Tips – Sebelum Masuk ke Kargo Pesawat, Pastikan Koper Anda Cukup Kuat

(www.independent.co.uk)

Tak jarang kita merasa was-was saat koper atau tas dimasukkan ke dalam konter check in, setelah melewat tahap pemberian label, barang bawaan akan melalui serangkaian tahap untuk masuk ke dalam ruang kargo pesawat, dan akhirnya koper kita terima kembali di ban berjalan saat tiba di bandara tujuan. Namun, salah satu yang kerap dicemaskan adalah kondisi tas/koper saat berada di penanganan bagasi.

Kali ini bukan karena faktor keamanan, pasalnya tas/koper Anda mungkin sudah dikunci ekstra, tapi lebih kepada kekuatan koper itu sendiri. Seperti diketahui, dalam penerbangan, penangangan bagasi tak selalu mulus, ada saja kabar bahwa koper yang diterima di bar berjalan sudah diterima dalam kondisi kotor, terkoyak, bahkan ada pegangan tas/koper yang terlepas. Seorang pegawai perusahaan penerbangan, Tricia Davis mengatakan dirinya banyak mendengar cerita dari para pelancong tentang barang bawan mereka yang rusak setelah sampai ketangan mereka.

Baca juga: Global Locator, Alat Pelacak Posisi Bagasi Dalam Penerbangan

KabarPenumpang.com merangkum dari independent.co.uk (24/8/2017), Davis mengatakan bahwa tidak semua penanganan bagasi di bandara bermasalah. “Dalam sembilan tahun saya bekerja untuk sebuah perusahaan penerbangan, saya telah menangani ribuan tas. Saya juga merupakan seorang musafir yang kompulsif sepanjang hidup dan selalu mencari tas besar. Namun yang jelas kondisi tas/koper memang harus memadai untuk dibawa ke bagasi, yang dimaksud memadai adalah dirancang cukup kuat untuk menerima tekanan, maklum tas/koper di bagasi (kargo) akan disusun atau ditumpuk,” kata Davis.

Untuk menangani masalah ini, Davis memberikan beberapa tips yang sekiranya bermanfaat tentang koper.

1. Garansi Koper
Sebelum membeli koper, sebaiknya Anda meminta jaminan atau garansi. Biasanya koper memiliki garansi jika tas rusak, simpan tanda terima pembelian di dalam sebuah amplop dan tinggalkan di tas. Jika Anda perlu mengembalikannya atau membuktikan kepada maskapai, maka ini bisa memperkuat argumen untuk komplai kepada maskapai bila terjadi kerusakan pada tas/koper Anda.

2. Roda
Saat ini perusahaan koper banyak menggunakan roda empat dibanding roda dua, tetapi sebenarnya ini adalah hal yang kurang tepat. Roda yang terlihat justru akan memperburuk keadaan saat diangkat, karena bisa saja mengganggu, sedangkan roda yang agak tersembunyi bisa membawa koper Anda lebih baik.

3. Bahan
Koper dengan cover plastik tidak dibuat dengan cukup kuat, kasus koper plastik retak dalam cuaca dingin, atau terkena tekanan akibat ditindih pada ruang kargo menjadi kelemahan tersendiri pada jenis koper ini. Bisa dikatakan dibanding koper bercover plastik, maka akan lebih baik menggunakan tas dari bahan kain yang lebih awet.

4. Name Tag
Gunakan tanda nama yang berisikan, nama, alamat hingga nomor telepon Anda. Sebab dengan tanda ini bisa memudahkan untuk menemukan dan mengidentifikasi tas/koper Anda. Perlu dicatat name tags ini penting dipasang, mengingat kemungkinan tas/koper tertukar.

Baca juga: Singapura Buka Tender Untuk Otomatisasi Penanganan Bagasi di Changi

5. Cover tas
Biasa, koper saat ini dilengkapi dengan cover depan untuk melindungi koper dari lecet atau rusak parah. Baiknya bila memang tidak memiliki cover yang diberikan saat membeli koper, Anda bisa membelinya sendiri dan cari yang pas agar tidak lepas dan membuatnya tersangkut hingga sobek.

6. Ritsleting
Pastikan semua ritsleting tertutup, sebab jika terbuka sesuatu dalam sistem conveyer bisa merobek bagian depan tas.

7. Lepaskan Straps
Tali yang longgar dan tidak rapi bisa menjadi bencana dalam penanganan bagasi, bisa jadi straps yang tidak dilepas atau longgar akan menyulitkan petugas penanganan bagasi.

8. Lepas Label Penerbangan Lama
Lepaskan semua bekas tanda kode penerbangan lama yang ada di koper. Ini dilakukan agar koper Anda lebih mudah diidentifikasi dan tidak membingungkan petugas penanganan bagasi.