Trans Cirebon Hadir Saat Ramadhan, Warga Naik untuk Ngabuburit Keliling Kota

0
Trans Cirebon di Kota Udang mudahkan warga masyarakat berkeliling (cirebonkota.go.id)

nsBus rapid transit atau BRT bukan hanya meluncur di jalanan Jakarta, Medan dan Jogja. Tetapi kini juga menghiasi jalan-jalan di Cirebon dan menjadi moda transportasi baru bagi warga Kota Udang. Disebut dengan Trans Cirebon, bus ini mulai resmi beroperasi pada 12 April 2021.

Baca juga: Medan Kini Punya Transmetro Deli, Gratiskan Tiket Penumpang Hingga Akhir 2020

Trans Cirebon dilengkapi dengan berbagai fasilitas masa kini selain pendingin udara ada WiFi gratis yang bisa digunakan penumpang dan CCTV. Sama seperti BRT lainnya, Trans Cirebon pun pada awal pengoperasiannya tidak menarik ongkos dari penumpang.

Bus ini berwarna biru dan kehadirannya ternyata mendapat antusias tinggi dari masyarakat Cirebon untuk memanfaatkan trasportasi tersebut. Meluncur di masa puasa kemarin, warga memanfaatkan bus untuk berkeliling Cirebon sembari menunggu adzan Maghrib.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, warga Cirebon yang menaiki Trans Cirebon harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Di mana penumpang sebelum naik akan di cek suhu badannya serta menggunakan hand sanitizer yang disediakan dekat pintu masuk.

Saat awal peluncuran Trans Cirebon, meski saat itu tarif tidak dikenakan, tetapi petugas menjelaskan cara pembayaran non tunai ketika nantinya sudah mulai berbayar. Untuk tarifnya sendiri, penumpang umum akan dikenakan Rp5 ribu dan pelajar Rp3500.

Dengan pembayaran non tunai, penumpang bisa menggunakan berbagai aplikasi seperti GoPay, OVO, ShopeePay dan lainnya melalui QRIS. Meski begitu penumpang yang tidak menggunakan pembayaran non tunai juga bisa membayar dengan yang tunai. Kapasitas BRT ini adalah 30 orang untuk sekali jalan, dan di masa pandemi ini hanya keterisiannya 50 persen dari jumlah semestinya. Bus Trans Cirebon menggunakan armada dari Isuzu yang mana akan berhenti sekitar satu hingga dua menit di setiap halte.

Untuk kecepatannya, bus hanya melaju 40 km per jam. Saat ini baru koridor 1 yang beroperasu yakni melintas di Terminal Dukuh Semar – Jalan Pesantren – Jalan Ahmad Yani – Jalan Brigjend Dharsono – Jalan Kedawung – Jalan Pilang Raya – Jalan Slamet Riyadi – Jalan Diponegoro – Jalan Samadikun – Jalan Sisingamangaraja – Jalan Benteng – Jalan Yos Sudarso – Jalan Kesunean – Jalan Kalijaga – Jalan Ahmad Yani (Via bawah) – Jalan Pesantren.

Baca juga: Trans Jogja, Bus Rapid Transit Tanpa Separator Asli Kota Gudeg

Trans Metro akan berhenti dibeberapa halte yakni Kecamatan Kejaksaan, Balai Kelautan, Yos Sudarso, Karang Anom, dukuh Semar, SMPN 8 dan Monumen Juang. Khusus di Halte Dukuh Semar, Trans Metro akan berhenti cukup lama yakni sekitar 15 menit. Untuk diketahui, koridor selanjutnya akan melintasi Kabupaten Cirebon dan saat ini pengelola masih mempersiapkan jalur tersebut.

LEAVE A REPLY