Trayek Tak Tutup, Pengusaha Transportasi di Bandara Kertajati Hanya Merugi

Sepi penumpang ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pengusaha bus banyak yang mengeluh dan menutup trayek mereka. Namun pihak manajemen BIJB mengaku tidak ada perusahaan bus yang menutup trayek mereka.

Baca juga: Mulai 8 Juni 2018, Damri Operasikan Bus ke Bandara Kertajati dari Empat Kota

Corporate Secretary BIJB Arief Budiman mengaku, tidak ada perusahaan yang tutup melainkan perusahaan transportasi merugi karena bersaing dengan bus Damri yang digratiskan pemerintah. Hal ini kemudian membuat penumpang lebih memilih menggunakan bus Damri dibandingkan bus lain yang berbayar.

KabarPenumpang.com mengutip lama detik.com (4/11/2019), Arief mengatakan, tidak ada perusahaan antarmoda di Kertajati yang gulung tikar. Kebenarannya adalah belum menguntukan karena bus Damri yang gratis dan tidak ada yang menutup trayeknya sama sekali.

“Moda yang beroperasi di sini masih melakukan layanan,” kata Arief.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa tidak ada perusahaan yang menutup trayek. Pasalnya cuma ada Damri dan Blue Bird yang mengoperasikan trayek Kertajati.

Arief mengatakan, ada sebanyak 12 operator bus yang membuka trayek ke Kertajati termasuk Damri. Adapun operator moda transportasi lainnya yakni CTU Shuttle, MyTrans, ECA Shuttle, P. Trans, Baraya, Mekarsari, Arnes, Budiman, Bhineka Shuttle, Sobat Trans, Urban Travel.

Selain ada operator taksi Blue Bird dan taksi online milik grab yang juga melayani jasa antar ke Kertajati. Bahkan para pengusaha modatransportasi memberikan harga promo untuk penumpang dengan tarif mulai Rp15 ribu hingga Rp100 ribu tergantung jarak tempuh.

Operator transportasi lain ini membuka rute ke berbagai daerah seperti Cirebon, Bandung, Tasikmalaya, Indramayu, Kuningan, Jatinangor, Sumedang, Majalengka, Maja, Kadipaten, Tonjong, Cikijing, Purwakarta, dan Rajagaluh.

Baca juga: Tiga Rute Citilink Tutup Sementara, Ada Apalagi dengan Bandara Kertajati?

Diketahui, beberapa angkutan umum di Cirebon terpaksa menutup trayeknya ke Kertajati karena sepi penumpang. Tak hanya itu bahkan sebelumnya ada 15 shuttle yang membuka trayek ke BIJB tapi kini tersisa hanya 12 saja.

“Sekarang BIJB kan sepi, senyap kembali. Sekarang memang sudah pada tutup. Ya rata-rata lah, di Cirebon itu ada sekitar 15 pengusaha angkutan yang sempat membuka shuttle arah BIJB,” kata Sekretaris DPC Organda Kota Cirebon Karsono.