Trem Baterai yang Diuji Coba PT INKA Rencananya Melaju di Bogor dan Bali

0
Prototipe Tram Baterai (PT INKA)

PT Industri Kereta Api (INKA) mulai melakukan uji prototipe Trem Baterai di jalur kereta api umu pada 9-10 November 2020 kemarin. Uji coba ini berjalan pergi dan pulang dari Stasiun Madiun ke Stasiun Babadan. Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro mengatakan, uji coba dilakukan dengan tujuan untuk menguji performansi Trem Baterai sebelum dilakukan produksi massal.

Baca juga: Trem Hybrid Melintas di Jalur Krakow Polandia

“Sesuai dengan namanya, Trem Baterai ini menggunakan baterai sebagai sumber energi satu-satunya di dalam kereta. Energi baterai tersebut digunakan untuk menggerakkan kereta sekaligus untuk menyalakan AC, kompresor dan lampu penerangan. Karena menggunakan baterai, dalam operasionalnya Tram ini tentu sangat ramah lingkungan dan dapat digunakan di daerah yang tidak terdapat jalur catenary atau listrik aliran atas,“ kata Budi dalam siaran pers.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh PT INKA (Persero) (@pt_inka) pada

Dia menambahkan, satu set prototipe Trem ini terdiri dari dua mobil yang mana satu mobil dengan unik penggerak yang dilengkapi baterai. Sedangkan mobil lainnya merupakan kereta penumpang yang dilengkapi dengan tempat duduk bagi para penumpang serta dilengkapi dengan pegangan tangan bagian atas untuk penumpang berdiri.

Pengisian baterai Trem ini membutuhkan waktu tiga hingga empat jam. Sekali pengisian baterai, Trem mampu menempuh perjalanan hingga 25 km. Humas PT INKA Muhammad Advin menambahkan, Trem ini rencananya akan beroperasi di Bogor dan Bali.

“Yang Bogor, dulu pak Bima dan pak Dedi sudah pernah lihat. Cuma karena pandemi ini, belum ada tindak lanjut lagi. Kalau yang di Bali, ini rencananya akan termasuk dalam MoU INKA dan Perusda Bali Oktober kemarin selain sarana bus listrik,“ kata Advin yang dihubungi KabarPenumpang.com, Rabu (11/11/2020).

Prototipe Trem Baterai ini berbobot sembilan tol dan akan melaju di kecepatan 30 km per jam dengan memiliki kapasitas baterai sebesar 30 kWh. Penumpang yang bisa diangkut oleh prototipe Tram Baterai sebanyak 75 orang. Namun, nantinya jika sudah diproduksi masal, INKA akan mengembangkan produk series Trem Baterai dengan meningkatkan spesifikasi sesuai kebutuhan operasionalnya.

Baca juga: Seperti Trem Menghantam Trotoar, Ini Dia Pintu Masuk Stasiun Kereta Bawah Tanah Bockenheimer Warte

Di mana Trem Baterai akan memiliki berat 12 ton dan mampu melaju dengan kecepatan 40 km per jam. Waktu pengisian baterai selama empat jam dan akan bisa menempuh jarak 100 km serta kapasitas penumpang yang bisa diangkut sebanyak 200 orang.

LEAVE A REPLY