Tuntas Mengabdi di Timur Indonesia, Xpressair Fokus Hubungkan Jawa-Sumatera dan Kalimantan

1
Penerbangan perdana Xpressair Yogyakarta - Samarinda pada 2018 lalu. Foto: Youtube

Setelah menjadi perbincangan sejumlah kalangan atas kontribusinya bersama salah satu lembaga kemanusiaan ternama di Indonesia dalam membantu proses pemulangan korban konflik di Wamena, Oktober 2019, Xpressair Januari lalu juga sempat kembali menjadi perbincangan hangat karena keputusannya migrasi dari Yogyakarta ke Solo.

Baca juga: Pasar di Bandara NYIA Tak Sesuai, Xpressair Pindah ke Bandara Adi Soemarmo Maret

Saat itu, Sales Marketing and Corporate Supervisor Xpressair, Irfan Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya mengaku lebih memilih Solo atau Semarang (ketimbang Yogyakarta) karena alasan market. “Kami lebih memilih ke Solo atau Semarang karena melihat marketnya. Kalau di Bandara baru Kulon Progo permasalahannya hampir mirip dengan Kertajati yang belum banyak integrasi transportasi lain,” kata Irfan ketika dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (27/1).

Namun, terlepas dari semua itu, Xpressair sejak 2012 silam memang sudah banyak diperbicangkan sejumlah kalangan karena pengaruh besarnya. Betapa tidak, saat memulai fokus mengabdi ke wilayah Timur Indonesia pada 2012 lalu, ditandai dengan dilakukannya kegiatan rebranding dengan menggunakan logo Burung Cendrawasih yang notabene identik dengan bumi Papua, faktanya, kunjungan wisatawan di Papua memang meningkat dan terus meningkat bersamaan dengan penerbangan Xpressair (dan juga beberapa maskapai lainnya) ke Papua.

Sebagaimana data yang berhasil dihimpun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua, ada kurang lebih sebanyak 12 ribu wisatawan yang berkunjung ke provinsi paling Timur di Indonesia ini pada 2012. Kunjungan para turis lokal maupun manca negara ini terbagi dalam bentuk perorangan maupun kelompok. Sementara para turis dari luar negeri yang berkunjung ke Papua lebih didominasi dari benua Asia, yakni dari negara Jepang dan Cina, sementara turis Eropa berasal dari Italia. Menariknya, angka tersebut terus meningkat hingga sekitar tahun 2019 lalu, saat terjadinya konflik di Wamena.

Bahkan, maskapai yang memiliki motto “Terbanglah Indonesia” tersebut digadang-gadang menjadi salah satu maskapai terbesar untuk wilayah-wilayah Indonesia Timur dengan melayani 33 rute ke berbagai wilayah di Indonesia Timur. Salah satu rute favorit bagi kalangan wisawatan domestik maupun mancanegara yakni penerbangan langsung dari Jakarta ke Sorong, setiap harinya, untuk kemudian wisatawan melanjutkan perjalanan ke destinasi favorit di Raja Ampat.

Baca juga: Berbasis di Makassar, Xpressair Jadi Raja di Rute Indonesia Timur

Kini, setelah sekitar tujuh tahun mengabdi di Timur Indonesia, Xpressair memutuskan untuk beralih fokus menghubungkan Jawa – Sumatera dan Kalimantan, dengan keberangkatan dari Solo, Semarang, dan Jakarta. Penerbangan dari Solo sendiri akan dimulai 31 Maret 2020. Tahap awal akan buka tiga rute, yakni Solo-Samarinda, Solo-Pontianak, dan Solo-Palembang, serta akan dilanjutkan dengan penerbangan Solo-Banjarmasin dan Solo-Lampung. Penerbangan di lima kota tersebut direct flight (PP), sekitar tiga kali setiap pekannya.

Sedangkan untuk keberangkatan dari Semarang, setidaknya akan ada tiga rute, yakni rute Semarang – Palembang PP (mulai 10 Maret 2020 mendatang), tiga kali dalam seminggu, Semarang – Banjarmasin PP (mulai 30 Maret 2020), empat kali dalam seminggu, dan Semarang – Lampung PP yang akan segera diluncurkan. Begitupun juga dengan keberangkatan dari Jakarta. Berikut daftarnya.

1. Jakarta (CGK) – Pangkalan Bun (PKN) PP
Mulai 30 Maret 2020 Senin, Rabu, Jum’at, dan Minggu
CGK – PKN : 06.55 LT – 08.30 LT
PKN – CGK : 09.20 LT – 10.55 LT

2. Jakarta (CGK) – Sampit (SMQ) PP
Mulai 30 Maret 2020 Senin, Rabu, Jum’at, dan Minggu
CGK – SMQ : 11.30 LT – 13.05 LT
SMQ – CGK : 13.35 LT – 15.10 LT

3. Jakarta (CGK) – Muara Bungo (BUU)
Mulai 31 Maret 2020 Selasa, Kamis, dan Sabtu
CGK – BUU : 06.55 LT – 08.15 LT
BUU – CGK : 08.45 LT – 10.05 LT

4. Jakarta (CGK) – Pontianak (PNK) PP
Mulai 11 Mei 2020 Selasa, Kamis, dan Sabtu
CGK – PNK : 10.35 LT – 12.10 LT
PNK – CGK : 13.35 LT – 15.10 LT

5. Jakarta (CGK) – Padang (PDG)
Mulai 11 Mei 2020 Setiap Hari
CGK – PDG : 15.40 LT – 17.30 LT
PDG – CGK : 18.00 LT – 19.50 LT

1 COMMENT

Leave a Reply