Thursday, February 22, 2024
HomeBus AKAPUji Guling Pada Bus, Pastikan Kabin Aman Saat Terjadi Benturan

Uji Guling Pada Bus, Pastikan Kabin Aman Saat Terjadi Benturan

Pernah dengar uji guling pada bus? Mungkin bagi orang awam tidak akan mengerti apa itu uji guling pada bus. Tetapi para pemilik bus atau karoseri pasti tahu apa itu uji yang dimaksud. Ini merupakan salah satu aspek keselamatan pada moda transportasi yang wajib menjadi perhatian utama.

Baca juga: E-Logbook, Aplikasi untuk Pantau Kinerja Pengemudi Bus AKAP

Uji guling pada dasarnya adalah pengujian bodi kendaraan untuk memastikan ruang dalam kabin bus tetap aman saat kendaraan mengalami benturan. Sebagaimana dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, export manajer Karoseri Laksana Werry Yulianto mengatakan, uji guling dilakukan untuk memastikan bahwa ruang aman penumpang terpenuhi.

Sehingga saat terjadi kecelakaan atau benturan, maka ruang aman penumpang tetap utuh. Alasan utama lainnya adalah memastikan safety dari penumpang saat terjadi bus terguling.

“Jadi ruang aman penumpang tetap terpenuhi” ujar Werry.

Saat ini Karoseri Laksana sudah memiliki peralatan pengujian aspek keselamatan tersebut yang sudah berstandar internasional. Werry menjelaskan, pihaknya menggunakan standar keselamatan yang dipakai di Eropa. Untuk uji guling sendiri, standar yang digunakan Laksana adalah UN ECE R66 yang merupakan singkatan dari United Nation Economic Commission of Europe Regulation Number 66.

Dengan kata lain, UN ECE telah menetapkan standar uji guling pada Regulasi Nomor 66 untuk dijadikan pedoman pengujian. Di Laksana, uji guling diawali dari penggunaan simulator terlebih dahulu. Sesudahnya, baru dilakukan pengujian secara langsung.

Untuk menyatakan sebuah bodi bus lolos uji guling atau tidak, indikatornya dengan melihat sejumlah komponen eksterior yang masuk ke area aman penumpang dan pengemudi. Begitu pun sebaliknya, konstruksi area residual harus tetap aman ketika bus terguling.

Bus yang diuji bisa hanya sepertiga bagian atau bus utuh dengan kemiringan penggulingan sampai 40 derajat. Untuk diketahui bukan hanya uji kemiringan, ada sejumlah pengujian lainnya.

“Kami telah mengaplikasikan beberapa pengujian lainnya seperti R80 tentang seat and anchorage strength test. Fungsinya memastikan kursi dan pengait lantainya berfungsi dengan baik, tidak terlontar saat terjadi kecelakaan atau pengereman mendadak,” kata Werry.

Baca juga: Sudah Saatnya Produsen Mobil Perhatikan Keselamatan Penumpang di Bangku Belakang

Werry juga menyebutkan pengujian bernama flammable test untuk mengetes beragam material dalam kabin bus yang harus memenuhi standar tertentu apabila bus mengalami kebakaran. Werry menjelaskan, beragam pengujian tersebut tidak dilakukan pada semua pesanan bodi bus. Namun hanya untuk tiap tipe bodi apabila ada peluncuran bodi baru untuk membuktikan aspek keselamatannya secara menyeluruh.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru