Perjalanan menggunakan transportasi yang satu ini memang terlihat terus meningkat. Pasalnya rute yang ditempuh sudah sangat memadai bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pinggiran kota Jakarta maupun sekitarnya. Tak hanya itu, variasi harga yang diberikan pun cukup untuk menempuh perjalanan dari stasiun keberangkatan hingga tiba di stasiun tujuan.
Secara keseluruhan, rute LRT Jabodebek memiliki panjang sekitar 44 kilometer dan melintasi wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, hingga Bogor. Jalur ini terbagi menjadi dua lintasan utama, yakni Bekasi Line dan Cibubur Line, dengan total 18 stasiun aktif. Salah satu titik transit utama berada di Stasiun Cawang yang menjadi penghubung antarjalur. Sementara itu, Stasiun Halim juga menjadi lokasi strategis karena terintegrasi dengan layanan kereta cepat.
Tercatat pada musim liburan 14-17 Mei 2026 terlihat lonjakan penumpang pengguna LRT Jabodebek. Data menunjukkan untuk stasiun dengan jumlah pengguna naik tertinggi yaitu Stasiun Harjamukti sebanyak 2.055 pengguna LRT Jabodebek, kemudian Stasiun Jati Mulya dengan 1.242 pengguna, serta Stasiun Cikunir 1 dan Stasiun Cikoko dengan masing-masing 1.203 pengguna. Tingginya mobilitas tersebut menunjukkan meningkatnya pemanfaatan transportasi publik oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas selama libur panjang.
Sebagai moda transportasi modern yang terintegrasi dengan berbagai layanan transportasi publik lainnya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus berkomitmen menghadirkan layanan LRT Jabodebek yang efisien, ramah lingkungan, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat urban. Konektivitas LRT Jabodebek dengan Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, Transjakarta, MRT Jakarta, hingga transportasi feeder lainnya menjadi nilai tambah yang memudahkan masyarakat menjangkau berbagai destinasi.
Untuk mendukung kenyamanan perjalanan, pengguna juga diimbau merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memperhatikan jam keberangkatan, kepadatan pada jam tertentu, serta memastikan saldo kartu uang elektronik maupun aplikasi pembayaran dalam kondisi cukup sebelum melakukan perjalanan.
Adapun sistem tarif yang digunakan berbasis jarak tempuh perjalanan rinciannya sebagai berikut:
• Rp5.000 untuk kilometer pertama
• Rp700 untuk setiap kilometer berikutnya
Dengan skema tersebut, tarif perjalanan LRT Jabodebek terjauh pada jam sibuk mencapai Rp20.000. Sementara di luar jam sibuk (off-peak) dan weekend maksimal hanya Rp10.000.
Untuk memudahkan transaksi, LRT Jabodebek mendukung berbagai metode pembayaran non-tunai atau cashless.
Penumpang dapat menggunakan:
• Kartu uang elektronik bank seperti e-Money Mandiri, Flazz BCA, TapCash BNI, Brizzi BRI, dan JakCard
• Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter
• Dompet digital dan QRIS seperti LinkAja, GoPay, hingga KAI PAY
Dengan sistem pembayaran digital yang semakin lengkap, pengalaman menggunakan transportasi publik kini terasa lebih praktis dan efisien bagi masyarakat.
Melalui layanan yang aman, terintegrasi, dan terjangkau, KAI berharap LRT Jabodebek dapat terus menjadi pilihan transportasi publik andalan masyarakat sekaligus mendorong budaya penggunaan transportasi publik di kawasan perkotaan. Serta bersama-sama menjaga kenyamanan dan ketertiban selama menggunakan layanan LRT Jabodebek dengan mematuhi aturan yang berlaku.
Minat “Beli” Stasiun LRT Jabodebek? Ternyata Segini Harganya
