Usai Bangkrut, Thai Airways Kini Bisnis Restoran Khas Hidangan Pesawat! Pelayannya ‘Pramugari’

0
Suasana di dalam restoran Thai Airways. Foto: Getty Images

Sambil menunggu sidang kebangkrutan atau pailit, Thai Airways dikabarkan tengah fokus berbisnis restoran dengan menghidangkan menu-menu khas penerbangan (in flight meals). Maskapai nasional Thailand itu mengaku, bisnis restoran yang dijajaki merupakan upaya untuk membantu para staf agar tetap bisa berpenghasilan sekalipun hanya sebagian kecil dari jumlah karyawan yang ada. Mengacu data akhir tahun lalu, maskapai Thai Airways memiliki 21 ribu karyawan.

Baca juga: Proses ‘Anti Bangkrut’ Masih Berjalan, Thai Airways Tunda Refund

Dilansir metro.co.uk, restoran Thai Airways benar-benar coba untuk mengambil ceruk pasar masyarakat yang kangen terbang; termasuk sajian di dalam penerbangan itu sendiri. Untuk sampai ke restoran yang dahulu merupakan kantin kantor pusat Thai Aiways itu, para pengunjung terlebih dahulu melewati airstair (tangga untuk naik ke pesawat) yang dibuat semirip mungkin dengan airstair yang ada di bandara.

Setelah masuk ke restoran, boarding pass pengunjung yang sudah didapat setelah melakukan reservasi online, akan discan oleh pramusaji yang berbusana mirip pramugari. Namun, pramusaji ini tak disebutkan dengan detail apakah pramugari sungguhan atau bukan.

Airstair Thai Airways. Foto: Getty Images

Usai di-scan, pramusaji berlagak pramugari tadi akan mengantarkan pengunjung ke masing-masing tempat duduk yang sudah ditentukan, untuk kemudian menyantap hidangan khas penerbangan.

Restoran buka mulai pukul 7 pagi waktu setempat. Sebelum pukul sembilan, pengunjung hanya bisa memesan berbagai hidangan roti khas penerbangan Thai Airways. Barulah setelah jam sembilan, pengunjung bisa mencicipi berbagai menu internasional yang biasa disuguhkan, seperti Caesar Salad, Japanese yakisoba, dan shwarma kebabs dengan harga cukup terjangkau mulai £2 atau Rp38 ribuan (kurs Rp 19.044).

Tak hanya menyuguhkan sajian khas penerbangan, restoran Thai Airways juga menghadirkan nuansa persis layaknya di pesawat, seperti kursi pesawat berwarna-warni khas Thai Aiways, meja yang dibuat dari suku cadang pesawat, hingga desain interior restoran itu sendiri. Menariknya, pengunjung juga dapat menikmati pilihan kursi first class ataupun economy class dengan berbagai layanan unggulan yang ditawarkan.

Sebelum memulai bisnis restoran dengan konsep seperti disebutkan di atas, Thai Aiways sebetulnya sudah mulai menjual sajian khas penerbangan. Hanya saja, layanan tersebut terbatas pada layanan take away, bukan untuk disajikan langsung di restoran seperti yang sekarang dihadirkan.

Suasana di dalam restoran. Foto: Allison Joyce

Untuk model seperti itu (menjual sajian khas pesawat khusus take away), Thai Aiways bukanlah satu-satunya. Di Israel, sebuah perusahaan katering maskapai, Tamam Kitchen, juga dikabarkan menjual berbagai sajian di pesawat (in flight meals). Bukan hanya rasa, perusahaan tersebut juga menggunakan wadah makanan yang menyerupai persis seperti sajian saat dalam penerbangan.

Baca juga: Tak Harus Terbang untuk Nikmati Sajian di Pesawat, Harga Mulai Puluhan Ribu! Tertarik Mencoba?

Ide bisnis tersebut tercatat mulai dijajaki perusahaan sejak 21 Juli lalu. Awalnya, perusahaan mengaku tak banyak mendapat pesanan. Tetapi kini, Taman Kitchen berhasil menjual setidaknya 100 menu penerbangan setiap hari tanpa harus membuat pembeli terbang terlebih dahulu untuk menikmatinya.

Menu yang ditawarkan juga cukup beragam dan tentu saja sesuai dengan sajian khas di penerbangan, mulai dari menu dengan irisan ikan dicampur saus tomat, kacang hijau, ubi, couscous , dan lentil hitam, hingga daging sapi dicampur saus tiram, nasi serta kacang hitam. Selain itu juga ada menu khusus anak-anak. Harganya juga tergolong murah, mulai dari $3 sampai yang paling mahal sekitar $70 per menu.

Leave a Reply