Usai Kembangkan 9 Bandara, Angkasa Pura I Canangkan Benahi Infrastruktur di El Tari dan Frans Kaisiepo

Rahardian D Yogiswor, Danang S Baskoro, Cecep Marga Sonjaya (KabarPenumpang.com)

Sebagai pengelola 13 bandara di Indonesia Tengah dan Timur, PT Angkasa Pura I (Persero) selain mendapat penghargaan dari Airports Council International (ACI) juga akan terus mengembangkan ke 13 bandaranya yang ada saat ini. Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama AP I Danang S Baskoro yang ditemui saat konferensi pers di Graha Angkasa Pura I, Selasa (24/10).

Baca juga: Bebaskan Landing Fee Bagi Maskapai Baru, Angkasa Pura I Dukung Sektor Wisata NTT

Dalam pengembangannya ini, Danang mengatakan, akan mengacu pada sembilan bandara lainnya terlebih dahulu, yakni Yogyakarta, Surabaya, Solo, Semarang, Banjarmasin, Manado, Lombok, Ambon dan Balikpapan. Pengembangan pada sembilan bandara tersebut mencakup bagian di terminal, landasan pacu dan area komersialnya, serta pemindahan bandara seperti Adisutjipto ke Kulon Progo yang akan beroperasi pada 2019 mendatang, tepatnya sebelum pemilihan Presiden.

Alasan rencana pengembangan dipicu area komersial bandara saat ini sangat dinikmati oleh penumpang dan mereka merasakan kenyamanan dibandingkan hanya menunggu di ruang tunggu. Tak hanya sembilan bandara tersebut, dua bandara lainnya yakni Frans Kaisiepo di Biak dan Eltari di Kupang masih dalam proses pengembangan.

“Biak dan El Tari akan kita kembangkan setelah yang sembilan bandara tersebut selesai. Kita kembangkan karena potensi Timur Indonesia luar biasa untuk dijangkau wisatawan,” ujar Danang yang di wawancarai KabarPenumpang.com usai konferensi pers.

Baca juga: Dua Bandara Angkasa Pura I Raih Penghargaan Prestius Tingkat Internasional dari ACI

Dia mengatakan, pengembangan dua bandara lainnya ini mengikuti traffic di lapangan. Sebab diketahui, untuk bandara Biak dan Eltari traffic tertinggi ada pada siang dan malam hari sedangkan di siang hari bandara tidak ada aktivitas alias sepi.

“Siang itu kalau di El Tari sangat sepi, karena padatnya ya pagi sama malam. Profil penumpangnya itu seperti pejabat dan pebisnis dimana mereka berangkat pagi ke Jakarta dan kembali sore. Sama kaya orang Jakarta ke sana juga begitu sampainya pagi, sore pulang, makanya aktivitas siang itu tidak ada,” jelas Danang.

Danang menegaskan, kejadian ini tidak sama dengan Bali dan Lombok. Karena Bali dan Lombok memiliki traffic yang berbeda, penumpang sudah mulai ramai di pagi, siang dan malam hari dengan penerbangan. Kedepannya, semua bandara yang dikelola AP I akan disamaratakan pengembangannya dengan Bali dan Makassar, Danang memastikan tahun 2020 kesemuanya sudah selesai.