Vickers VC10, Raja Udara yang Disadur Uni Soviet (Lagi) di Era Perang Dingin

0
Vickers VC10. Foto: BAE Systems

United Airlines belum lama ini meluncurkan iklan penerbangan supersonik. Maskapai Amerika Serikat itu nantinya akan menghubungkan rute-rute trans-atlantik dalam waktu sangat singkat, seperti London-New York 3,5 jam, New York-Frankfurt 4 jam, San Francisco-Tokyo 6 jam, dan berbagai tujuan lainnya.

Baca juga: Aneh, Ternyata Japan Airlines Pernah Operasikan Tu-114 Saat Puncak Perang Dingin

Tak hanya itu, penerbangan super cepat menggunakan pesawat dari Boom Supersonic tersebut juga 100 persen menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.

Berbicara mengenai pesawat supersonik tentu tak terlepas dari Concorde. Sebagai ikon pesawat supersonik, Concorde memang begitu dikenang oleh avgeek di seluruh dunia. Tetapi, mungkin tak banyak yang lupa bahwa sebetulnya Concorde datang lebih akhir ketimbang pesawat supersonik Uni Soviet (Rusia), Tupolev Tu-144.

Pesawat tersebut diketahui terbang perdana pada 31 Desember 1968 sedangkan Concorde baru berhasil terbang perdana pada 2 Maret 1969. Dari segi kecepatan, pesawat supersonik Uni Soviet juga lebih unggul. Tu-144 diketahui mampu melesat hingga 2.300 km per jam. Sedangkan Concorde hanya 2.158 km per jam.

Bisa dibilang, dalam persaingan di bidang pesawat supersonik, Uni Soviet adalah pemenangnya, sekalipun pada akhirnya Barat jelas memenangkan persaingan dengan kiprah Concorde selama puluhan tahun.

Selain pesawat supersonik, era Perang Dingin juga menonjolkan persaingan lainnya antara Soviet-Barat. Salah satunya ialah di pasar pesawat quadjet antara Vickers VC10 dengan Ilyushin Il-62.

Sama halnya dengan Tu-144 dan Concorde, antara Vickers VC10 dengan Ilyushin Il-62 juga memiliki desain yang identik. Kendati demikian, Vickers VC10 berhasil terbang perdana lebih dahulu dibanding pesaing Uni Soviet-nya.

Dikutip dari aerocorner.com, Vickers VC10 terbang perdana pada 29 Juni 1962, lebih dulu enam bulan dari pesawat jet Kim Jong Un tersebut, yang baru melakoni penerbangan perdana pada 3 Januari 1963. Meski didukung empat mesin Rolls-Royce Conway, jet yang sempat menduduki posisi sebagai pesawat paling populer di dunia ini merupakan pesawat narrowbody.

Tak hanya itu, meski menggunakan empat mesin, Vickers VC10 juga mampu lepas landas dan terbang di landasan pacu pendek, tak seperti quadjet lainnya di dunia.

Pemegang rekor 41 tahun penerbangan Atlantik tercepat oleh pesawat jet subsonik ini diketahui memiliki panjang 48,66 meter dan bentang sayap 45 meter. Vickers VC10 mampu terbang sejauh 9,408 kilometer di ketinggian 43 ribu kaki pada kecepatan maksimum 930 km per jam.

Vickers VC10 mampu mengangkut sebanyak 135 penumpang dalam tiga kelas. Dalam konfigurasi dua kelas, kapasitas penumpang meningkat menjadi 151 pax.

Selama tahun 1962–1970, sebanyak 54 unit Vickers VC10 berhasil diproduksi. Itu terbagi menjadi tiga varian, yakni VC10 tipe 1101, Super VC10 tipe 1151, dan VC10 C.1 tipe 1106.

Baca juga: Selain Antonov An-225 Mriya, Ilyushin Il-62 Pernah Jadi Pesawat Terbesar di Dunia Buatan Soviet

Selain digunakan oleh maskapai penerbangan Inggris, seperti British Overseas Airways Corporation (BOAC) dan British United Airways, Vickers VC10 juga pernah digunakan oleh Ghana Airways, Nigeria Airways, Gulf Air, serta maskapai lainnya di beberapa negara di dunia seperti Argentina, Cekoslowakia, Lebanon, Meksiko, Rumania, dan Thailand.

Tak hanya dioperasikan sebagai pesawat komersial, pesawat tersebut juga digunakan oleh Royal Air Force (RAF) sebagai pesawat tanker untuk pengisian udara-ke-udara.