Vickers Viscount, Pesawat Turboprop Pertama di Dunia

0
Prototipe Viscount 700 G-AMAV dengan livery British West Indian Airways (BWIA). Foto: baesystems.com

Inggris memainkan peranan penting dalam percaturan industri penerbangan global di tahun 40-60an. Pesawat jet komersial pertama dunia, de Havilland Comet, mungkin jadi salah satu bukti. Tak hanya itu, Inggris juga membuka jalan dimulainya era penerbangan turboprop -sebagai pengganti mesin piston yang berisik dan banyak getaran- melalui pengembangan pesawat turboprop pertama di dunia, Vickers Viscount.

Baca juga: De Havilland Comet, Inilah Pesawat Jet Komersial Pertama di Dunia

Dikutip dari baesystems.com, penerbangan perdana Vickers Viscount dimulai pada Juli 1948 melalui prototipe tipe 630. Saat itu, pesawat dengan nomor registrasi G-AHRF ini hanya diperbolehkan oleh Komite Brabazon -komite yang dibentuk oleh pemerintah Inggris pada tahun 1942 untuk menganalisis kebutuhan masa depan pasar pesawat sipil Inggris setelah Perang Dunia II- sebanyak 24 kursi. Namun, setelah prototipe Vickers Viscount tipe 630 sukses terbang, kapasitasnya ditingkatkan menjadi 32 penumpang dengan panjang pesawat hingga 22 meter lebih.

Keberhasilan prototipe Vickers Viscount tipe 630 bersama mesin turboprop Rolls-Royce Dart pun mengundang perhatian dunia. Pasalnya, sebelum Vickers Viscount datang, umumnya pesawat masih menggunakan mesin piston yang tak ramah penumpang. Walaupun masih butuh beberapa perbaikan, Vickers Viscount sebagai pesawat dengan mesin turboprop pertama di dunia kala itu digadang-gadang bakal menggantikan Douglas DC-3 yang dinilai usang.

Belum usai prototipe Vickers Viscount tipe 630 dengan mesin turboprop Rolls-Royce Dart, prototipe kedua Viscount tipe 663 dengan mesin jet Rolls-Royce Tay tak lama berselang siap mengudara. Prototipe ini didapuk sebagai test-bed untuk mengembangkan pesawat Vickers Valiant dengan mesin jet. Maklum, saat itu, perlombaan pengembangan pesawat jet komersial pertama di dunia cukup ketat, dengan saingan terberat datang dari rekan se-negara, De Havilland.

Prototipe Vickers Viscount G-AHRF dengan livery British European Airways (BEA). Foto: baesystems.com

Setelah berdiskusi dengan British European Airways (BEA) sebagai mitra utama Vickers-Armstrongs (pabrikan Vickers Viscount), varian turboprop akhirnya lebih diprioritaskan karena dinilai lebih menguntungkan. Maskapai Inggris itu pun akhirnya memesan 26 pesawat Vickers Viscount tipe 700, dengan penambahan 47 hingga 53 kursi, jauh lebih besar dari dua tipe sebelumnya.

Penambahan kapastitas kursi tentu menuntut Vickers untuk menambah panjang pesawat menjadi sekitar 25 meter dari semula hanya 22 meter. Setelah menanti beberapa tahun, pada 28 Agustus 1950 protoripe Vickers Viscount tipe 700 pun berhasil terbang perdana. Prototipe dengan nomor registrasi G-AMAV inilah yang semakin meyakinkan dunia akan datangnya era pesawat turboprop yang lebih efisien, minim getaran, dan halus.

Tiga tahun berselang, tepatnya pada 18 April 1953, Vickers Viscount BEA dengan nomor registrasi G-AMNY mulai masuk ke dalam layanan dengan menempuh rute London-Siprus. Momen itu pun mengukuhkanya sebagai layanan berjadwal turboprop pertama di dunia.

Dalam rentang 1948 -1963, sebanyak 445 Vickers Viscount diproduksi. Dengan jumlah tersebut, Vickers Viscount menjadi pesawat pertama yang sukses dan menguntungkan setelah Perang Dunia II. Pelanggan terbesar tentu datang dari maskapai domestik sebanyak 77 unit. Sisanya, tersebar di 40 negara melalui lebih dari 60 operator. Umumnya, Eropa dan Amerika Utara masih menjadi pasar terbesar Vickers Viscount.

Baca juga: 55 Tahun Lalu, Antonov An-22 Antei, Turboprop Terbesar di Dunia Terbang Perdana

Ada lima varian berbeda Vickers Viscount yang diproduksi. Mulai dari tipe 630, tipe 663, tipe 700 series, serta tipe 800 series dan tipe 810 series yang lebih panjang. Dari kesemuanya itu, tipe 700 series adalah yang tersukses, dengan total penjualan sebanyak 287 unit.

Dengan jangkauan maksimum mencapai 3.218 km, kemampuan melesat hingga 510 km per jam, serta ketinggian terbang mencapai 6.400 m, Vickers Viscount menjadi benar-benar menjadi idola baru maskapai di seluruh dunia, terutama untuk layanan regional. Penerbangan minim getaran dan nyaman menjadi daya tarik utama penumpang terhadap pesawat ini, melalui mesin turboprop serta jendela yang jauh lebih besar dari yang ada saat itu.

Leave a Reply