(Video) Pertama Kalinya, Pesawat Ulang-Alik Buran Meluncur dari ‘Punggung’ Replika Antonov An-225 Mriya

0
Radio Controlled Antonov An-225 dan Buran. Foto: Tangkapan layar kanal YouTube RCHeliJet

Hobi memang tidak ada duanya. Terkadang, seseorang rela merogoh kocek cukup dalam hanya untuk memuaskan hasrat atas hobinya tersebut; tak terkecuali dengan Hans Bühr. Pria asal Swiss ini diketahui menghabiskan cukup banyak uang untuk membuat model pesawat terbesar di dunia, Antonov An-225 Mriya, dengan skala sekitar 1:25. Hanya saja, tak disebutkan dengan jelas berapa banyak uang yang dikeluarkan.

Baca juga: Rusia Bakal ‘Hidupkan Kembali’ Buran, Pesawat Ulang-Alik yang Jadi Kebanggaan di Era Perang Dingin

Dilansir dari thedrive.com, model skala dari pesawat berjuluk ‘Mriya’ (‘Mimpi’ dalam bahasa Indonesia) milik Bühr ini bukanlah varian sembarangan. Sebab, alih-alih membuatnya dalam versi tunggal, ia menyematkan pesawat ulang-alik pertama Soviet yang mampu digunakan berulang kali, Buran, di bagian atas An-225.

Sejarah Antonov An-225 Mriya dengan pesawat ulang-alik Buran memang tak bisa dipisahkan. Disebutkan, An-225 Mriya sukses terbang perdana pada 21 Desember ‎1988. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pengangkut pesawat ulang-alik Buran milik Uni Soviet, menggantikan Myasishchev VM-T.

Antonov An-225 awalnya didesain untuk mengangkut Buran, sebagaimana di foto ini. Sputnik / Igor Kostin

Tak heran, dengan tugas tersebut, ia pun dibuat cukup besar hingga menyandang gelar sebagai pesawat terbesar di dunia. Setelah Uni Soviet bubar, An-225 terpaksa mencari misi lainnya sebagai pesawat kargo dengan kapasitas sebesar 250 ton, kata Alexander Galunenko, orang pertama yang menerbangkan An-225.

An-225 membawa Buran untuk pertama kalinya pada tahun 1989. Dengan sistem kontrol fly-by-wire dan hidraulik triple-redundan, serta memiliki roda pendarat utama yang berjumlah 32 roda, pesawat buatan biro desain Antonov di Kiev, Ukraina, ini memang menjadi partner terbaik Buran satu-satunya sebelum benar-benar memulai misi berat di luar angkasa bersama roket Energia.

Antonov An-225 Mriya mungkin saat ini dikenal luas sebagai angkut paling ideal dengan jumlah muatan besar. Namun, tidak demikian dengan Bühr. Ia ingin mengembalikan hakikat An-225 Mriya, meskipun dalam sebuah model skala.

Pesawat RC (remote control) Antonov An-225 setinggi 11,5 kaki dan berat 26 pon yang dibangun Bühr sukses menampilkan aksi peluncuran Buran di udara, dari atas An-225, sesuatu yang tidak pernah bisa dilihat secara langsung dan belum pernah terjadi dalam versi aslinya. Terdapat banyak alasan atas itu. Lagi pula, sekalipun ingin dipaksakan meluncur di atas An-225, dua unit Buran yang tersisa sudah lama pensiun dan disimpan apik di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan.

Disebutkan, Bühr melakukan pertunjukkan RC aeromodelling Antonov An-225 pada tahun 2018. Dalam sebuah video, tampak, pesawat dengan wingspan sepanjang 3,5 meter serta berat 12kg itu meluncur mulus di sebuah landasan pacu. Setelah empat menit lebih keliling landasan, Buran akhirnya meluncur dari ‘punggung’ An-225 untuk pertama kalinya di dunia dan mengundang decak kagum dari para penonton. Sekali lagi, itu merupakan pertunjukan yang langka sekali dan tak pernah diterjadi dalam versi aslinya.

Pesawat RC model An-225 Hans Bühr memang bukanlah replika terbesar yang pernah ada. Namun, model buatannya itu diklaim sebagai satu-satunya replika An-225 yang bisa meluncurkan Buran, sesuatu yang mungkin bisa dibilang mendahului takdir.

Baca juga: Setelah 18 Bulan ‘Tidur’, Pesawat Terbesar di Dunia Antonov An-225 Kembali Mengudara

Disebut demikian, sebab, proyek pesawat air launch atau An-225 Mriya sebagai pesawat peluncur Buran masih dalam proses realisasi. Disebutkan, Presiden Airspace Industry Corporation of China (AICC), Zhang You-Sheng, mengatakan kepada BBC bahwa AICC pertama kali mempertimbangkan kerja sama dengan Antonov pada 2009 dan menghubungi mereka pada 2011.

AICC bermaksud untuk memodernisasi An-225 kedua yang masih dalam proses produksi dan mengembangkannya menjadi peluncuran udara (air launch) ke platform orbit untuk satelit komersial di ketinggian hingga 12.000m. Meskipun sempat terkatung-katung, sampai saat ini, belum ada kejelasan apakah proyek tersebut dihentikan.

Leave a Reply