[VIDEO] Uji Penerbangan Alpha One Vahana yang Berikan Gambaran Moda Transportasi Futuristik

Dalam uji terbangnya yang ke-50, Alpha One Vahana mulai menunjukkan kemampuannya untuk melakukan penerbangan dengan sayap miring. Delapan propellers yang mengarah ke langit memungkinkan pesawat ini untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal. Sementara ketika hendak melaju ke depan, Alpha One Vahana akan memiringkan ke-delapan propellersnya secara vertikal.

Baca Juga: Peneliti University of Michigan: Kendaraan VTOL Listrik Lebih Ramah Lingkungan Ketimbang Mobil Listrik

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (25/2/2019), A3, anak perusahaan Airbus yang mengembangkan pesawat ini, mengatakan bahwa penggunaan propellers ini akan memungkinkan pesawat melakukan penerbangan jarak jauh secara efisien dan juga cepat.

Pada kesempatan yang sama, salah satu juru bicara dari A3 juga mengatakan bahwa pihaknya memiliki prototipe yang sudah mengudara kurang lebih selama lima jam di Pendleton UAS Range di Oregon. Prototipe tersebut, lanjutnya, telah terbang selama kurang lebih tujuh menit pada suatu waktu, dan mencapai kecepatan tertinggi pada angka 97 km/jam.

Selama uji penerbangan ini, pihak A3 terus mengumpulkan data yang sekiranya mampu menyempurnakan moda udara skala kecil ini sebelum akhirnya di rilis di masa yang akan datang. Hingga saat ini, perusahaan masih melakukan sejumlah pengembangan terhadap Alpha One Vahana.

Baca Juga: Kembangkan Wahana VTOL, Uber Gandeng NASA dan Angkatan Darat AS

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun AviationWeek di jejaring sosial Youtube pada 22 Februari 2019 kemarin, tampak Alpha One Vahana ini melakukan serangkaian uji penerbangan – mulai dari vertical take-off, melaju ke arah depan, berakselerasi hingga kecepatan 50 knots, hingga melakukan putaran 180 derajat.

Dari video ini, harusnya Anda sudah dapat gambaran tentang moda transportasi yang terinspirasi dari drone ini di masa yang akan datang. Jika saja moda semacam ini beroperasi di Indonesia, khususnya Jakarta, maka besar kemungkinan kemacetan yang selama ini menjadi ‘ikon’ Ibukota akan mampu diatasi.