Virus Corona Merebak, Awak Kabin Cari Perlindungan

0
Awak kabin United Airlines (www.cnbc.com)

Di beberapa maskapai layanan penuh (full service), saat ini beberapa suguhan sudah dihilangkan karena merebaknya virus corona. Seperti halnya layanan handuk panas di kelas bisnis yang sudah tak ada lagi, gelas yang digunakan hanya sekali pakai dan penggunaan masker bagi penumpang dan awak kabin.

Baca juga: Imbas Penerbangan Sepi, Bagaimana dengan Gaya Hidup Glamor Pramugari?

Bahkan awak kabin yang bekerja di pesawat pun harus menerima risikonya yakni dengan cuti tak dibayar karena adanya pengurangan jumlah rute penerbangan pesawat. Karena hal tersebut, serikat awak kabin terbesar di Amerika Serikat saat ini mencari serangkaian langkah-langkah untuk membantu memerangi penyebaran virus corona dan mendapat bayaran serta perlidungan ketika mereka sakit.

KabarPenumpang.com melansir laman cnbc.com (3/3/2020), Association of Flight Attendants mengatakan, maskapai penerbangan dan industrinya tidak semuanya secara konsisten telah menerapkan beberapa dari rekomendasi ini. Asosisasi ini sendiri diketahui mewakili 50 ribu awak kabin termasuk United Airlines, Alaska Airlines dan Spirit Airlines.

“Secara umum, industri ini jauh melebihi instruksi pemerintah, tetapi apa yang diperlukan adalah tanggapan yang terkoordinasi dari pemerintah kita,” ujar asosiasi itu.

Saat ini, maskapai sudah menjadi pusat pecahnya virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 90 ribu orang dan kini juga mengancam keuntungan semua maskapai salah satunya penerbangan di Amerika Serikat. Hal ini karena menurunnya jumlah penumpang penerbangan.

Bahkan saham maskapai penerbangan telah jatuh di pasar yang lebih luas dalam kekalahan pekan lalu sebagai hasilnya. Operator ditugaskan untuk membantu menegakkan seperangkat pembatasan perjalanan yang terus berubah termasuk larangan beberapa pengunjung yang melakukan perjalanan ke Cina.

Maskapai penerbangan telah mengurangi penerbangan internasional di Asia dan ke beberapa tujuan di Eropa, dan lebih banyak lagi pemotongan akan dilakukan. Alaska Airlines pada hari Senin mengatakan pihaknya menangguhkan layanan handuk panasnya di kelas satu dan akan menangguhkan daur ulang onboard selama dua minggu.

Ini dilakukan Alaska Airline untuk mengurangi bahan yang disentuh oleh penumpang. Maskapai yang berbasis di Seattle juga mendorong penumpang untuk bepergian dengan santizer atau tisu antibakteri untuk membersihkan sandaran lengan dan meja nampan .

Meski begitu, maskapai juga memperingatkan penumpang bahwa tisu basah yang dijual secara komersial dapat merusak lapisan atas pada kulit kursi maskapai. Delta Air Lines, untuk bagiannya, mengatakan para kru pembersihan pada penerbangan trans-Atlantik dan trans-Pasifik harus melengkapi daftar periksa 19 titik termasuk permukaan yang sidemprot disinfektan seperti tempat duduk, kantong sandaran kursi, meja nampan dan lantai.

Baca juga: Cegah Virus Corona di Kabin, Inilah Sejumlah Langkah yang Dilakukan Maskapai Penerbangan

Pada penerbangan ke Amerika Serikat dari Asia, maskapai yang berbasis di Atlanta ini mencuci linen dan menyanitasi headset secara terpisah dan mengatakan mereka menyediakan kit kenyamanan untuk semua penumpang pada penerbangan internasional jarak jauh dengan pembersih tangan atau handuk.

Leave a Reply