Virus Demam Babi Afrika Mewabah di Indonesia, Peternak Dilarang Beri Makan Babi dari Sisa Makanan Penerbangan

0

Serangan virus demam babi Afrika baru-baru ini membuat lebih dari 34 ribu babi di Sumatera Utara mati dan pihak berwenang tak mau ambil risiko dengan 760 ribu babi yang tinggal di Bali. Serangan demam ini dikarenakan pemberian makanan sisa dari maskapai yang diberikan oleh para peternak.

Baca juga: Santap Sisa Makanan Penumpang, Awak Kabin Ini Terancam Sanksi Berat

Menurut pihak berwenang, sisa makanan bisa saja terinfeksi virus yang tidak berbahaya bagi manusia tetapi bisa membunuh seluruh kawanan babi. Kepala badan kesehatan hewan dan ternak Bali, Wayan Mardiana mengatakan, penyakit ini telah menyebar karena babi diberi makan dari sisa makanan penerbangan.

“Saat ini kami telah melarang praktik semacam itu. Kami bekerja dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan semua maskapai yang memiliki makanan sisa dan mengandung babi harus dihancurkan,” kata Wayan.

“Bea cukai akan memeriksa dan memusnahkan semua makanan yang mengandung babi dan dibawa oleh penumpang seperti dari Cina,” tambahnya.

Dia mengatakan, sebanyak 25 peternak babi di Bali dengan jumlah total 100 ribu ekor yang diberi makan sisa penerbangan dianggap berisiko tinggi. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (6/1/2020), karena demam babi Afrika ini, peternakan babi di Cina, Thailand dan beberapa negara lainnya hancur.

Hal ini karena virus demam babi Afrika penyebarannya terbatas yakni pada babi domestik dan liar. Bahkan Departemen Pertanian Australia mengatakan sudah membunuh 80 persen hewan yang terinfeksi.

“Sejauh ini tidak berpengaruh pada pariwisata di Bali, karena tidak berdampak pada manusia,” kata Kepala Departemen Pariwisata Bali, Putu Astawa.

Setelah itu kemudian sebuah pertanyaan menjadi muncul, kenapa babi-babi itu makan makanan sisa penerbangan? Jawabannya yakni karena maskapai tak bisa memberikan makanan yang sisa kepada penumpang di penerbangan lain. Apalagi makanan tersebut juga dicek secara ketat sebelum disiapkan dan disajikan. Makanan tersebut juga akan dibuang ketika tidak lagi disajikan.

Baca juga: 65 Persen Makanan untuk Emirates Dibuat di Dubai

Maka dengan alasan ini, beberapa maskapai dan bandara membentuk kemitraan dengan peternak lokal untuk menyediakan makanan limbah bagi mereka untuk diberikan kepada babi. Adanya sisa makanan tersebut dikarenakan maskapai ingin memastikan mereka memiliki semua opsi menu yang tersedia untuk setiap penumpang.

Leave a Reply