Walau Masih Lockdown, Rudal Tak Bertuan Sudah Hantam Bandara International Baghdad

0
Bandara Internasional Baghdad dihantam rudal. Foto: AFP

Sebuah rudal tak bertuan mendarat di pinggiran atau perimeter Bandara International Baghdad, Irak, pada hari Senin, (8/6) waktu setempat. Beruntung, bandara terbesar di Irak itu masih memberlakukan lockdown sehingga tak menimbulkan korban jiwa dari pihak sipil.

Baca juga: Seperti di Film James Bond “Golden Eye,” Rusia Kembali ‘Hidupkan’ Kereta Lapis Baja dengan Peluncur Rudal Balistik

Sejak 22 Maret lalu, Bandara International Baghdad memang sudah ditutup karena kebijakan lockdown di Irak demi mencegah penyebaran corona. Sebab, negara dengan mayoritas pemeluk Islam Sunni itu (lawan dari Syi’ah/Iran) berbatasan langsung dengan Iran yang menjadi episenter penyebaran virus corona di Timur Tengah. Terakhir, total kasus positif di Irak saat ini mencapai 13 ribu pasien, di mana 400 pasien di antaranya meninggal dunia.

Kantor berita Al Arabiya menyebut, rudal tersebut mendarat di sebelah Selatan bandara dan menghantam pusat markas koalisi pimpinan-AS. Menurut dugaan awal, besar kemungkinan, misil tersebut dikirim juga dari Selatan bandara. Bila benar demikian, tentu serangan tersebut berbeda dengan serangan sebelum-sebelumnya di tahun ini, dimana pada umumnya roket diluncurkan dari sisi utara Baghdad, Irak.

Serangan itu disebut sebagai yang pertama menargetkan bandara sejak 6 Mei ketika tiga roket katyusha menghantam dekat sektor militernya. Sebagaimana masyarakat sipil, serangan itu tidak menimbulkan korban dari pihak militer sekalipun misil tersebut menghantam pangkalan AS.

Sebelumnya, misil telah menyerang dekat pasukan Irak di bandara militer, satu lagi di dekat Camp Cropper, yang pernah menjadi fasilitas penahanan AS, dan yang terakhir di dekat tempat pasukan AS ditempatkan di pangkalan itu.

AS menuduh milisi yang didukung Iran melakukan serangan seperti itu di masa lalu. Beberapa serangan menargetkan kepentingan AS pada awal Maret, termasuk tiga pangkalan militer yang diketahui menampung pasukan AS. Koalisi pimpinan-AS telah menarik diri dari beberapa pangkalan di seluruh Irak.

Di awal Januari lalu, serangan misil juga pernah terjadi di area dekat bandara di Baghdad, Irak. Berbeda dari serangan Senin lalu, kala itu seranga justru menimbulkan korban berasal dari paramiliter yang didukung rezim Iran. Pasukan Mobilisasi Populer yang mendapat dukungan Iran berkata salah satu perwira mereka terbunuh serangan. Setidaknya ada delapan korban jiwa yang dinyatakan tewas.

Baca juga: Sejak 1973, Iran, Rusia dan AS Ternyata Pernah Menghantam Pesawat Penumpang dengan Rudal

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Kedutaan Besar AS di Irak diserang massa. Kejadian disebut akibat serangan AS yang menarget pasukan militer yang didukung Iran. France24 melaporkan roket Katyusha itu menyerang terminal kargo, membakar dua kendaraan, dan membunuh serta melukai beberapa orang.

Militer pro-Iran berkata tujuh orang di pihak mereka tewas. Saat itu, paramiliter pro-Iran sedang menyelenggarkan acara di Bandara Baghdad. Identitas perwira Mobilisasi Populer yang tewas adalah direktur hubungan masyarakat mereka. Pihak militer pro-Iran pun menyalahkan AS atas serangan itu. Dalam akun Facebook mereka, Pasukan Mobilisasi Populer berkata serangan itu sebagai tindakan pengecut.

Leave a Reply