Wartawan Klaim MH370 Jatuh Ditembak Senjata Laser! AS Terlibat

0
Sumber: Daily Express

Misteri hilangnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 terus menjadi buah bibir seantero dunia. Terbaru, pesawat yang hilang pada 8 Maret 2014 ini dikalim jatuh akibat terkena senjata laser, jet tempur, atau rudal. Pesawat terpaksa ditembak lantaran membawa muatan atau kargo terlarang. Tetapi, tak disebutkan dengan jelas muatan apa yang dimaksud.

Baca juga: Terbaru, MH370 Diklaim Jatuh di Samudera Hindia pada Koordinat Ini! Peneliti Berani Taruhan

Klaim terbaru seputar misteri hilangnya MH370 ini datang dari seorang wartawan atau jurnalis investigas asal Perancis, Florence de Changy. Dalam bukunya, The Disappearing Act: The Impossible Case Of MH370, seperti dikutip dari Republic World, jurnalis surat kabar Le Monde Diplomatique itu menyebut “Pesawat jatuh akibat ditembak jet tempur, rudal atau sistem senjata laser baru yang sedang diuji di wilayah tersebut pada saat itu.”

Sejauh ini, berbagai teori menyebut bahwa MH370 dibajak dan kemudian mendarat dengan aman di sebuah tempat di gurun yang jauh dari pengamatan. Teori lain menyebut bahwa misteri hilangnya MH370 akibat upaya bunuh diri massal oleh pilot dan terkait dengan tindak terorisme.

Florence de Changy sendiri punya teori lain soal hilangnya MH370. Setelah penyelidikan panjang, ia mengklaim bahwa pesawat tetap berada di jalur yang benar selama 80 menit pasca lepas landas atau hanya sampai pukul 02.40 (waktu KL) sebelum jatuh akibat rudal, senjata laser, ataupun ditembak jet tempur di Teluk Thailand, dekat Vietnam.

Ia mengungkapkan pesawat tersebut membawa kargo terlarang. Tak disebutkan dengan jelas kargo apa yang dimaksud. Yang pasti, kargo tersebut merupakan hal yang amat berbahaya bagi Amerika Serikat (AS) dan pilihannya hanya dua, barang terlarang itu jatuh ke tangan yang salah atau pesawat ditembak jatuh.

Florence de Changy, jurnalis surat kabar Le Monde Diplomatique, dalam bukunya, The Disappearing Act: The Impossible Case Of MH370, menyebut bahwa pesawat MH370 jatuh di sekitar Laut Cina Selatan setelah dirudal, ditembak senjata laser, atau rudal. AS terlebih dalam penembakan ini. Foto: Linkedin Florence de Changy

Keterlibatan AS terindikasi dari adanya kontak dengan MH370. Teori de Changy mengungkapkan bahwa pada pukul 02.45 pagi di utara Vietnam, menurut sumber intelijen yang mebeberkan data-data kepadanya, bahwa dua pesawat radar AS mengkontak MH370 antara pukul 1:21 pagi dan 2:25 pagi.

Selain itu, ada juga pesawat ketiga yang melakukan kontak pada pukul 2:30, disusul pesawat yang dipiloti oleh Kapten Zaharie Ahmad Shah itu berkomunikasi dengan ATC Kota Ho Chi Minh, Vietnam, pukul 2.37 untuk meminta clearance mendarat.

Oleh karenanya, Florence de Changy, sebagaimana ditulis South China Morning Post, pernah menegaskan bahwa para pejabat Malaysia telah menyesatkan publik terkait lokasi diduga jatuhnya pesawat. Berbicara dihadapan pengunjung Hong Kong Book Fair, ia mengklaim seharusnya lokasi pencarian bukan di Samudera Hindia, melainkan di Laut Cina Selatan.

Tentu saja spekulasi ini sah-sah saja mengingat tidak ada satupun bukti konkret yang menunjukkan titik jatuhnya pesawat. Namun kembali lagi, inilah yang menjadi bumbu dari hilangnya Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines tersebut.

Baca juga: Hipotesa Misteri MH370 Berlanjut, Peneliti Percaya Pesawat Telah Dibajak dan ‘Enggan’ Ditemukan

Memang, hingga saat ini belum ada spekulasi yang mampu menunjukkan dimana MH370 berada, atau bagaimana pesawat sebesar Boeing 777-200ER yang digunakan Malaysia Airlines untuk penerbangan berjadwal dari Kuala Lumpur menuju Beijing ini hilang bak ditelan bumi.

Akankah MH370 tetap menjadi misteri? Atau apakah spekulasi dari insinyur aeronautika tersebut merupakan benar adanya?

Leave a Reply