Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya?

0
Sumber: istimewa

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Shinkansen? Nama kereta cepat asal Negeri Sakura ini begitu harum di dunia perkeretaapian dunia. Selain karena kecepatannya yang fantastis, Shinkansen juga kerap kali dijadikan benchmark oleh beberapa negara di dunia dalam menghadirkan layanan kereta cepat yang hampir serupa dengannya.

Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

Jika dilihat dari segi kecepatannya, siapa ya kira-kira yang merajai kereta cepat di dunia? Apakah Shinkansen berhasil menduduki peringkat pertama? Berikut KabarPenumpang.com sarikan lima kereta tercepat di dunia, dikutip dari laman goeuro.com.

AVE (Spanyol)

Sumber: bbci.co.uk

Alta Velocidad Española (AVE) ini merupakan layanan kereta api berkecepatan tinggi di Tanah Matador yang dioperasikan oleh Renfe, perusahaan kereta api nasional Spanyol. Dengan alasan keselamatan, kereta yang dapat melaju hingga kecepatan 404 km per jam ini dibatasi kecepatannya hanya 320 km per jam saja. Untuk soal penyedia sarana, AVE bekerja sama dengan sejumlah manufaktur kereta terkemuka di dunia, seperti Alstom, Bombardier, Talgo, Siemens, hingga Construcciones y Auxiliar de Ferrocarriles (CAF).

KTX (Korea)

Sumber: youtube

Korea Train eXpress (KTX) merupakan sistem kereta cepat asal Negeri Ginseng yang diluncurkan pada 1 April 2004 silam. Layanan kereta cepat yang bermarkas di Daejeon, Korea Selatan ini mampu mengular dengan kecepatan maksimum 421 km per jam (HEMU-430X). Namun, Korail selaku operator KTX hanya mengijinkan armadanya ini melaju hingga batas kecepatan 300 km per jam saja. Sehubungan dengan terpilihnya Korea sebagai tuan rumah pagelaran Olimpiade Musim Dingin 2018, Korail kini tengah disibukkan dengan pembangunan jalur baru dari Wonju menuju Gangneung.

Shanghai Maglev Train (Cina)

Sumber: chinadiscovery.com

Posisi ketiga kereta tercepat di dunia dihuni oleh Shanghai Maglev Train. Berbeda dengan kedua kereta di atas, kereta yang memulai operasinya pada April 2004 silam ini menggunakan sistem Magnetic Levitation, yaitu objek yang melayang akibat gaya levitasi yang dihasilkan oleh magnet. Dengan kata lain, kereta ini sangat minim atau bahkan tidak ada gaya gesekan sama sekali. Kereta yang menghubungkan Shanghai Pudong International Airport dan Longyang Road Station ini melaju dengan kecepatan 350 km per jam, padahal kecepatan maksimum yang dihasilkan kereta ini mampu menembus angka 501 km per jam. Wow!

TGV (Perancis)

Sumber: raileurope.ca

Train à Grande Vitesse (TGV) menduduki peringkat kedua kereta tercepat di dunia dengan kecepatan 320 km per jam selama beroperasi mengangkut penumpang. Nyatanya, kereta yang berdomisili di Perancis ini mampu melaju hingga kecepatan 575 km per jam! TGV yang dioperasikan oleh Société Nationale des Chemins de fer Français (SNCF) ini sudah memulai operasi sejak tahun 1981 silam. Tentu saja TGV tidak sekonyong-konyong ‘mempekerjakan’ kereta berkecepatan tinggi seperti yang sudah disebutkan di atas.

Baca Juga: Jalan di Tempat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Masih) Terbelit Pembebasan Lahan

SCMaglev (Jepang)

Sumber: weeklybuffer.com

Peringkat pertama kereta tercepat di dunia diduduki oleh SCMaglev dari Negeri Matahari Terbit, Jepang. Tertanggal 21 April 2015 yang lalu, SCMaglev seri L0 yang menarik tujuh gerbong berhasil mencatatkan rekor dunia sebagai kereta Magnetic Levitation tercepat yang pernah ada, dengan kecepatan maksimum hingga 603 km per jam! Sungguh fantastis, bukan? Namun sayangnya, kereta yang mengular di jalur Chūō Shinkansen ini hanya akan berjalan 505 km per jam saja ketika tengah beroperasi.

Jika di mancanegara sana sudah menetaskan kereta-kereta yang mampu menembus kecepatan di luar nalar, apa kabar dengan Indonesia? Dengan sokongan pendanaan dan teknologi dari Cina, kereta cepat Jakarta-Bandung digadang mampu tembus hingga kecepatan 300 km per jam. Namun proyek kereta cepat tersebut hingga kini masih belum menemukan kejelasan, apakah proyek ini akan terus maju atau terbengkalai begitu saja? Melihat dari banyaknya mega-proyek di luar sana yang mangkrak untuk waktu yang cukup lama, ada baiknya kita juga beranggapan bahwa proyek kereta cepat pertama di Indonesia ini tengah rehat sejenak sebelum melanjutkan proses penggarapannya.

Leave a Reply