Wizz Air Luncurkan Program Carbon Offsetting, Penumpang Bakal Ganti Rugi Emisi CO2

0
Wizz Air menggandeng selebriti asal Inggris, Gemma Collins, untuk dongkrak kembali penerbangan pasca Covid-19. Foto: Wizz Air via Simple Flying

Wizz Air belum lama ini resmi meluncurkan carbon offsetting program atau penggantian kerugian karbon. Program tersebut memungkinkan penumpang untuk memasukkan detail penerbangan, mendapatkan jejak karbon, dan membayar ganti rugi atas karbon yang dihasilkan dari perjalanan mereka. Dana tersebut kemudian disalurkan ke dua proyek carbon-reducing masyhur di dunia.

Baca juga: Pertama di Dunia, Pramugari Wizz Air Bisa Gantikan Pilot Kemudikan Pesawat

Program carbon offsetting belakangan memang cukup populer di industri penerbangan global efek dari tingginya keinginan maskapai untuk memerangi emisi CO2. Saat ini, perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3 persen dari emisi karbon dunia, tetapi persentase untuk itu setara dengan 4,5 miliar perjalanan penumpang, pergerakan 64 juta metrik ton kargo dan sepertiga dari perdagangan global dunia.

Lewat program tersebut, penumpang nantinya akan difasilitasi untuk mengeluarkan sejumlah uang pengganti atas emisi CO2 dihasilkan dari perjalanan mereka. Uang tersebut akan disalurkan Wizz Air ke dua lembaga kenamaan dunia dalam memerangi emisi gas buang, yakni CHOOOSE dan Norwegian Climate Action.

Skema ganti rugi yang ditawarkan Wizz Air sendiri berbeda dari yang sudah diterapkan maskapai lain. Para penumpang nantinya akan diarahkan untuk masuk ke web resmi CHOOOSE dan memasukkan detail perjalanan untuk memahami dampak emisi yang dihasilkan. Setelah itu, mereka bebas memilih biaya ganti rugi atas emisi CO2 yang dihasilkan atau carbon offsetting tadi, dengan varian harga yang cukup beragam.

Perjalanan pulang pergi dari London Luton ke Athena, misalnya, dengan estimasi harga tiket sekitar US$59,4, biaya ganti rugi karbonnya adalah US$8,2. Harga tersebut muncul untuk mengimbangi atau mengganti kerugian atas 784kgs emisi CO2 yang dihasilkan dari dua penerbangan berdurasi 3,5 jam. Meskipun terlihat cukup murah, namun, harga itu setara dengan 14 persen dari harga tiket, jauh lebih tinggi dari biaya offset carbon maskapai kompetitor.

Ryanair, misalnya, hanya mengenakan biaya ganti rugi sebesar $2 per penerbangan. Namun, harga segitu tentu bukan fixed rate dan tetap akan berubah-ubah mengikuti rute dan keinginan penumpang untuk membayar biaya ganti rugi dengan harga terendah atau harga tertinggi.

Sejauh ini, program carbon offsetting Wizz Air belum include tiket. Karenanya, diperkirakan belum banyak penumpang yang akan berpartisipasi. Namun, ke depan opsi untuk mengintegrasikan program tersebut dengan tiket bukan tak mungkin akan diambil untuk efektivitas program.

Baca juga: Bandara di Seluruh Dunia Menuju Bebas Emisi CO2! Berikut Empat Tahapannya

“Kami berusaha keras untuk menjadi maskapai pilihan paling ramah lingkungan karena kami bekerja keras untuk terus mengurangi jejak lingkungan kami. Melalui berbagai inisiatif keberlanjutan, kami bangga telah memiliki salah satu tingkat emisi terendah di industri penerbangan Eropa dan senang bekerja sama dengan CHOOOSE untuk memberikan penggantian kerugian karbon kepada penumpang kami,” kata CCO Wizz Air, Marion Geoffroy, dikutip dari Simple Flying.

Selain carbon offsetting program maskapai berbiaya hemat asal Polandia/Hungaria ini juga mulai menerapkan tindakan kecil berkenaan dengan flaps saat lepas landas maupun mendarat. Sekalipun tindakan tersebut tak terlalu terlihat, namun, langkah itu bisa menghemat 2.000 ton bahan bakar setiap tahun.

LEAVE A REPLY