Wujudkan Kereta Cepat Indonesia, INKA Kolaborasi dengan BPPT

0
Jalur kereta dari Makassar menuju Parepare. Foto: Liputan6

Apakah Indonesia mampu membuat kereta cepat seperti Jepang atau negara maju lainnya? Ini bukan hal yang tidak mungkin, bahkan bisa menjadi kenyataan dan bisa saja dioperasikan dalam waktu dekat.

Baca juga: Jalur Kereta Parepare-Makassar Dicanangkan Beroperasi Pertengahan 2020

Sebab, baru–baru ini, PT Industri Kereta Api (INKA) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan beberapa perguruan tinggi serta perusahaan tengah mempersiapkan untuk membuat kereta cepat yang mampu melaju di atas 200 km per jam. Direktur Utama PT INKA Agung Sedaju mengumumkan hal tersebut dalam seminar yang online bertajuk “Kesiapan Jalur Kereta Makassar – Parepare”.

“Secara teknologi sendiri PT INKA sudah siap untuk membuat sarana kereta api cepat Makassar – Parepare ini yang sedang dikolaborasikan dengan BPPT. Kami siap mengoperasikan kereta cepat produk anak negeri dengan diketuai oleh BPPT, dengan teknology hybrid battery pada tahun 2022,“ ujar Agung yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Senin (16/8/2021).

Muljadi Sinung Harjono, Direktur Pusat Teknologi Sistem dan Prasarana Transportasi BPPT juga mengatakan bahwa BPPT memiliki target pembuatan prototype kereta cepat dengan kecepatan di atas 200 km per jam.

“Pada tahun 2020 kami sudah menyelesaikan target DR&O (design requirement and objective atau pre-spesifikasi teknis) dan basic & manufacture design di 2021. Di tahun 2022 kami terdapat rencana anggaran pembangunan sarana prototype kereta api cepat. Maka dari itu diperlukan lokasi untuk uji sebenarnya kereta api cepat dengan kecepatan di atas 200 km per jam sepanjang 20 km dengan lebar track yang mencukupi,” ungkap Muljadi.

Rencananya di tahun 2022 tersebut akan dibuat prototipe kereta api cepat tersebut. Untuk pembuktian kereta api cepat tersebut diharapkan bisa diuji cobakan di jalur Makassar – Parepare.

“Setelah prototipe tersebut jadi, setelah akhir 2022, harapannya prototipe tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian armada kereta api penumpang yang dapat memenuhi kebutuhan lapangan,” jelas Muljadi.

Baca juga: Kereta Api dari Makassar Menuju Parepare Beroperasi Komersial di 2022

Untuk diketahui, BPPT berkolaborasi dengan konsorsium Prioritas Riset Nasional Teknologi Perkeretaapian. Di dalamnya terdapat perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UNS dan UGM dan beberapa industri yang terkait dengan perkeretaapian PT INKA dan PT Pindad.