Zipair Tokyo Akhirnya Resmi Mengudara Saat Maskapai Lain Bangkrut, Tapi Hanya Penerbangan Kargo

0
Setelah menanti selama tiga pekan dari jadwal semula pada tanggal 14 Mei 2020, maskapai pendatang baru di kelas Low Cost Carrier (LCC) atau berbiaya rendah, Zipair Tokyo akhirnya resmi mengudara. Foto: Twitter @AirportWebcams

Setelah menanti selama tiga pekan dari jadwal semula pada tanggal 14 Mei 2020, maskapai pendatang baru di kelas Low Cost Carrier (LCC) atau berbiaya rendah, Zipair Tokyo akhirnya resmi mengudara. Kepastian itu didapat pasca Boeing 787-8 lepas landas dari Bandara Narita menuju Bandara Suvarnabhumi, Bangkok pada Kamis, (4/6) waktu setempat.

Baca juga: Zipair Tokyo, Maskapai Berbiaya Murah Terbaru dari Jepang, Mengudara 14 Juli 2020!

“Sejak pengumuman bisnis kami pada Mei 2018, karyawan kami telah bahu-membahu untuk mempersiapkan lauching layanan LCC menengah dan jarak jauh. Sayangnya, mengingat situasi saat ini, kami tidak dapat melayani penerbangan penumpang ke Bangkok,” kata Presiden Zipair Tokyo, Shingo Nishida, sebagaimana diberitakan Simple Flying.

“Ketika orang-orang di seluruh dunia menemukan cara baru untuk mempromosikan bisnis mereka, kami memutuskan untuk mengambil langkah maju dengan meluncurkan sementara hanya penerbangan kargo antara Jepang dan Thailand,” tambahnya.

Setelah terbang perdana, maskapai yang lahir pada Februari 2019 silam ini akan tetap melayani penerbangan hanya kargo selama empat kali dalam sepekan, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu, sampai waktu yang tak ditentukan, mengikuti perkembangan wabah Covid-19 di dunia. Sejauh ini, sebagai maskapai baru, anak perusahaan Japan Airlines itu hanya mengoperasikan dua armada Boeing 787-8 hibah dari induk perusahaan mereka.

Sambutan karyawan atas penerbangan perdana Zipair Tokyo. Foto: @AirportWebcams

Pemilihan rute ke Bangkok dinilai sebagai satu keputusan tepat, mengingat antara Jepang dan Thailand memiliki interaksi bisnis cukup kuat di berbagai sektor, mulai dari industri otomotif, dimana komponen mobil atau sparepart banyak dipasok dari Thailand, hingga ekspor hasil laut Jepang yang sangat diminati di Thailand. Tak hanya itu, dalam segmen LCC, Zipair Tokyo juga digadang-gadang sebagai satu-satunya maskapai berbiaya rendah yang mengoperasikan rute penerbangan menuju Bangkok, Thailand.

Berbanding terbalik dengan rute ke Thailand, rute ke Korea (Seoul) persaingan diprediksi akan lebih ketat, mengingat di sana terdapat lima maskapai berbiaya rendah yang sudah terlebih dahulu ada, mulai dari Air Seoul, Eastar Jet, Jeju Air, Jin Air, hingga T’way Air. Rute ‘neraka’ tersebut rencananya akan mulai dijajaki Zipair Tokyo mulai 1 Juli 2020.

Baca juga: Bos Emirates Prediksi Akan Ada Lebih Banyak Maskapai Bangkrut di Akhir Tahun

Selain pangsa pasar Asia, Zipair Tokyo juga sudah mempersiapkan diri untuk bermain di ceruk pasar besar di Amerika Utara, salah satunya rute Tokyo-Las Vegas. Saat ini, pihak maskapai tengah mempersiapkan amunisi sebelum mulai berjuang di rute tersebut dengan memberi para pilot kesempatan lebih terkait jam terbang. Singkatnya, pilot tengah dipersiapkan untuk penerbangan jarak jauh. Belum jelas kapan rencana tersebut akan terealisasi.

Meskipun hanya berhasil menerbangkan penerbangan hanya kargo dan sempat molor selama tiga pekan dari rencana semula, keberhasilan Zipair Tokyo sebagai maskapai LCC pendatang baru tentu menarik perhatian banyak pihak. Sebab, hal itu dilakukan saat maskapai lain tengah mengalami kesulitan keuangan dan mengurangi banyak penerbangan akibat wabah corona. Bahkan, beberapa dari mereka tak sedikit berujung bangkrut, seperti Avianca, FlyBe, Thai Airways, hingga LATAM Airlines.

Leave a Reply