Zunum Aero Siap Operasikan Pesawat Komuter Bertenaga Hybrid

Sumber: dezeen.com

Dewasa ini, banyak perusahaan kedirgantaraan yang berlomba untuk menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi penumpangnya hingga lingkungan sekitar, tidak terkecuali sebuah startup yang berbasis di Seattle, Zunum Aero. Firma ini mendapatkan dukungan langsung dari Boeing dan JetBlue Airways untuk meluncurkan pesawat komuter bermesin hybrid dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Baca Juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Dubai Mulai Uji Coba Taksi Drone

KabarPenumpang.com melansir dari laman dezeen.com (9/10/2017), Zunum Aero telah mengumumkan rencana peluncuran pesawatnya yang menggunakan dua motor listrik dan baterai yang terintegrasi dengan sayap, ditambah dengan mesin jet-fuel tambahan. Zunum Aero sendiri yakin model pesawat tersebut akan mengisi celah di pasar penerbangan Low Cost Carrier (LCC). Moda udara bertenaga hybrid ini sendiri rencananya akan mulai dipasarkan pada tahun 2022 mendatang.

Zunum Aero pun memprediksi bahwa perkembangan teknologi dan jaman tidak menutup kemungkinan pesawat terbang dengan menggunakan daya baterai. “Pesawat ini akan mengubah cara kita hidup dan bekerja,” kata pendiri Zunum Aero, Matt Knapp. “Kami memastikan diri untuk menentang kebijaksanaan konvensional dan batasan teknik untuk menghadirkan pesawat terbang yang sangat kita banggakan. Selain menawarkan efisiensi, pesawat ini juga menampilkan kinerja yang optimal,” imbuhnya.

Zunum Aero juga mengatakan bahwa dengan kapasitas 12 orang tersebut juga akan mengurangi biaya dan durasi perjalanan dengan jarak di bawah 1000 mil. Setiap pesawat akan emiliki kecepatan jelajah maksimum hingga 340 mil per jam, dengan jangkauan terbang maksimum 700 mil. Startup tersebut mengatakan bahwa rute regional seperti dari Bandara Republik di Suffolk County, New York ke Bandara Cleveland Burke Lakefront, bisa ditempuh hanya dengan 2 jam 36 menit dengan biaya USD$ 160.

Sebagai perbandingan, penerbangan dari Bandara John F. Keneddy, New York menuju Bandara Internasional Cleveland Hopkins saat ini memakan waktu penerbangan 4 jam 23 menit dengan biaya penerbangan USD$ 288. “Kami ingin mendemokratisasikan akses terhadap perjalanan berkecepatan tinggi dengan harga yang terjangkau,” ungkap pihak Zunum Aero.

Baca Juga: CityAirbus, Prototipe Taksi Drone Lansiran Airbus, Mengudara di Akhir Tahun Depan

Sebagai informasi tambahan, bulan lalu, EasyJet mengumumkan rencananya untuk mengembangkan pesawat bertenaga baterai , hasil kerja samanya dengan perusahaan AS Wright Electric. Sementara itu, perusahaan seperti Lilium, Airbus, Uber Technologies Inc., dan Kitty Hawk semuanya seolah terburu-buru mengembangkan pesawat listrik untuk pertama kalinya di pasar penerbangan.

Dalam pengembangan terpisah namun terkait, Boeing mengumumkan pada awal bulan kemarin, mereka baru saja mengakuisisi Aurora Flight Sciences, sebuah perusahaan yang berfokus pada sistem penerbangan otonom yang dirancang untuk membuat pesawat dan kendaraan nirawak.