13 Bandara di Bawah Angkasa Pura I Capai Pertumbuhan Penumpang 10 Persen

Bandara Kaisiepo salah satu bandara yang menunjukkan peningkatan penumpang di triwulan I 2018

Bandara-bandara di Indonesia, baik yang di kelola PT Angkasa Pura I (AP I) ataupun PT Angkasa Pura II (AP II) sepertinya semakin mengalami peningkatan seiring dengan pengembangan yang terus di lakukan. Seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta masuk dalam 20 bandara tersibuk di dunia dan mengungguli Bandara Changi Singapura serta Bandara Incheon di Korea Selatan menurut Airports Council International (ACI).

Baca juga: PT Angkasa Pura I Lakukan Topping Off Terminal Apung Bandara Ahmad Yani

Pada triwulan pertama tahun 2018. khusus 13 bandara yang dikelola AP I telah mengalami peningkatan trafik penumpang sebesar sepuluh persen dibanding dengan periode sama di 2017.

“Angkasa Pura I terus melakukan pengembangan bandara untuk memicu dan mengantisipasi potensi pertumbuhan penumpang tiap tahunnya. Pengembangan dilakukan juga untuk menjaga standar layanan kepada pengguna jasa bandara,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (18/4/2018).

Kenaikan triwulan I 2018 tercatat trafiknya mencapai 22,38 juta orang sedangkan tahun 2017 hanya 20,35 juta orang. Kenaikan trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan jumlah penumpang sebanyak 5,16 juta orang.

Jumlah ini naik 6,95 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 4,83 juta orang. Trafik tertinggi kedua yakni bandara Juanda Surabaya dengan jumlah penumpang 4,98 juta dan tumbuh 8,23 persen dibanding tahun lalu 4,6 juta orang.

Bandara Ahmad Yani semarang juga naik 1,19 juta dari satu juta penumpang. Bandara Frans Kaisiepo Biak dari 99.119 menjadi 116.925 penumpang. Sedangkan bandara Adisutjipto Yogyakarta dari 1,69 juta penumpang tahun lalu naik hingga 1,98 juta tahun 2018 ini di periode sama.

Dengan adanya tren pertumbuhan ini dan kondisi lack of capacity di Adisutjipto dan Ahmad Yani, maka AP I melakukan pengembangan bahkan membangun bandara baru. Seperti terminal baru bandara Ahmad Yani Semarang yang direncanakan akan beroperasi pada Juni 2018 mendatang sehingga bisa melayani arus mudik Lebaran 2018.

“Oleh karena itu Angkasa Pura I membangun terminal baru di utara runway dengan konsep eco-green airport,” kata Faik Fahmi.

Selain itu, bandara yang tengah dibangun saat ini untuk memfasilitasi pertumbuhan penumpang yaitu Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Kulonprogo di mana sebagian besar penerbangan menuju Yogyakarta akan dipindahkan ke bandara tersebut dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Kapasitas ideal Bandara Adisutjipto saat ini yaitu dapat menampung 1,7 juta penumpang setahun. Namun pada 2017 lalu, trafik penumpang bandara ini sudah mencapai 7,8 juta orang.

Pada 2018, AP I menganggarkan dana investasi pengembangan dan pemeliharaan bandara sebesar Rp18,8 triliun di mana Rp14,8 triliun digunakan untuk pengembangan bandara dan Rp4 triliun digunakan untuk operasional rutin.

Baca juga: Libur Paskah 2018, Trafik Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Naik 13,2 Persen

“Untuk mendukung dan mendorong pertumbuhan trafik, Angkasa Pura I mengembangkan hampir di seluruh bandara yang dikelola. Beberapa di antaranya yaitu Proyek Pembangunan Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Kulonprogo, Proyek Pengembangan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, dan Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang di mana ketiga bandara ini termasuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Dana investasi untuk ketiga proyek bandara ini pada 2018 yaitu sebesar Rp 5,2 triliun,” kata Faik Fahmi.