50 Tahun Sejak Terbang Perdana, Inilah ‘Jejak’ Supersonik Concorde yang Selalu Dikenang

Sumber: The Christian Science Monitor

2 Maret 1969 atau 50 tahun yang lalu, merupakan momen yang sangat berharga bagi perusahaan kedirgantaraan asal Inggris (British Aircraft Corporation) – Perancis (Aerospatiale) yang berhasil menerbangkan perdana Concorde. Tidak terasa sudah 50 tahun Concorde menjadi bagian dari sejarah kedirgantaraan internasional. Memang, beberapa tahun ke belakang ini, ada sejumlah perusahaan yang berusaha untuk ‘membangkitkan’ nuansa Concorde – sebut saja Boom Technology dengan armada Mach 2.2 rancangannya, namun ada beberapa poin penting yang tidak bisa dilupakan dari nama besar Concorde.

Baca Juga: Suksesor Concorde ini Tetap Dihantui Bayangan Kelam Pendahulunya

Bagi Anda yang rindu dan mulai sedikit lupa dengan pesawat berkecepatan supersonik ini, berikut adalah sejumlah fakta dari Concorde yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.

Upaya Untuk Mengudara yang Tidak Singkat
Di atas sudah disebutkan bahwa 2 Maret 1969 merupakan kali pertama Concorde dengan prototipe pertamanya, Concorde 001 membelah angkasa. Kala itu, langit Toulouse di Perancis menjadi saksi bisu dari terbangnya prototipe ini selama kurang lebih setengah jam lamanya. Sejak saat itu, dibutuhkan waktu sekira tujuh tahun lamanya bagi perusahaan yang dikembangkan oleh Aerospatiale (Perancis) dan British Aircraft Corporation untuk bisa memulai layanan komersialnya.

Penerbangan penumpang terjadwal perdana dari Concorde ini terjadi pada 21 Januari 1976, dimana maskapai Air France menjabani rute penerbangan Paris – Rio de Janeiro, dan British Airways yang melakoni rute penerbangan London – Bahrain.

Inovasi bak Siluet
Jika dilihat dari desainnya, apa yang sangat membedakan Concorde dengan burung besi lainnya? Jika Anda menjawab bagian moncong pesawat dan sayapnya, maka jawaban Anda tepat! Ya, beberapa ahli di sektor aviasi percaya bahwa desain moncong pesawat yang menukik ke bawah akan memungkinkan visibilitas pilot menjadi lebih baik lagi. Serta penggunaan sayap delta (penampang datar sayap berbentuk segitiga) dikabarkan mampu memberikan stabilitas dan efisiensi saat mengudara.

Ya, dua inovasi yang selama ini bernaung di bawah nama besar Concorde memang termasuk ke dalam sistem aeronautika yang canggih pada jamannya – atau mungkin bahkan sampai sekarang! Jangan lupakan kecepatan jelajah Concorde yang mampu menembus angka 2.200 km/jam, ya!

Thunderously Noisy
Sudah sewajarnya mesin jet Concorde ini mengeluarkan suara yang bisa memekakkan telinga. Jika telinga manusia bisa mendengar suara dengan kekuatan 110 desibel, maka suara yang dihasilkan oleh mesin-mesin jet di pesawat Concorde tercatat menyentuh angka119,4 desibel. Siap-siap sakit telinga ya.

Baca Juga: Boeing Akan Gunakan Sayap Ultra Tipis di Prototipe Pesawat Transonik

Hanya Ada 14 Unit Saja
Misi pengembang adalah untuk menjual lebih dari 100 armada Concorde sepanjang masa kompetisinya di sektor kedirgantaraan – namun di umurnya yang ke-34 tahun terhitung sejak penerbangan perdananya, Concorde hanya berhasil dijual 14 unit saja. Tujuh armada digunakan oleh AirFrance dan sisannya dioperasikan oleh British Airways.

Akhir dari Concorde
Era milenium menjadi awal-dari-akhir riwayat Concorde di sektor kedirgantaraan global. Jatuhnya Air France Concorde pada Juli tahun 2000 seolah menjadi pertanda bahwa era pesawat supersonik ini akan segera berakhir. Menewaskan total 113 penumpang dan kru, Air France dan Concorde sempat ditangguhkan – kesialan di tubuh Concorde semakin meradang.

Hingga puncaknya pada tahun 2003, kedua maskapai yang menggunakan jasanya ini memutuskan untuk menghentikan penggunaan Concorde. Mei 2003, Air France melakukan penerbangan terakhirnya bersama pesawat supersonik ini, disusul oleh British Airways pada bulan Oktober di tahun yang sama.