Polemik penumpang menginap di stasiun hingga berharap perjalanan KRL beroperasi 24 jam memang ramai diperbincangkan. Ya, beberapa waktu lalu penumpang berharap kalau perjalanan KRL bisa 24 jam, mengingat adanya pekerja lembur yang setiap harinya menggunakan KRL.
Pihak dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mengemukakan bahwa wacana tersebut tentu harus dalam tahap kajian. Direktur Utama KAI pun turut buka suara terkait dengan wacana pengoperasian KRL Commuter Line hingga 24 jam. Wacana ini mencuat lantaran banyaknya pihak yang harus menginap di stasiun kereta demi menunggu kereta pagi.
Menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyebutkan bahwa dari sisi pelayanan pelanggan tentu merupakan hal yang positif, tapi tentunya KAI harus mengkalkulasi secara keseluruhan karena pengoperasian kereta itu tidak mudah dan dipaksakan. Selain itu harus diperhatikan juga perawatan rangkaian dan aliran listrik termasuk kabel yang paling sering di gunakan.
Namun demikian, Bobby mengatakan bahwa pihaknya akan tetap melakukan kajian lebih jauh terkait dengan hal ini dengan melakukan koordinasi dengan kementerian perhubungan. Ada tiga aspek penting yang menyangkut pengoperasian perjalanan kereta yaitu keselamatan tentunya berkaitan juga dengan perawatan, sarana dan prasarananya. Kemudian dari aspek operasionalnya, lalu tentunya kenyamanan buat pelanggan.
Saat ini, operasional KRL juga sudah cukup sesuai standar dengan terakhir beroperasi di sekitar jam 24.00 dan kembali beroperasi di pukul 04.00 untuk dilakukan pemeliharaan. Jam operasi seperti ini juga sudah lumrah terjadi di kota besar lainnya seperti Tokyo.
Panjangnya jam operasional tersebut sering membuat sebagian calon pengguna masih memiliki kesempatan mengejar keberangkatan. Meski begitu, tak sedikit pula yang terkadang tertinggal kereta terakhir. Situasi inilah yang kemudian menjadi perhatian KAI Commuter untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta ketertiban layanan di setiap stasiun.
Pihak KAI terus menghimbau bahwa salah satu hal yang ditekankan adalah larangan untuk tidur di area stasiun, baik di lantai stasiun maupun bangku tunggu. Selain demi menjaga estetika dan kenyamanan, hal ini juga berkaitan erat dengan keselamatan dan kelancaran persiapan operasional stasiun menjelang hari berikutnya.
Setiap malam setelah Commuter Line terakhir berangkat, area setelah gate-in hingga peron akan dilakukan sterilisasi. Proses ini mencakup pembersihan menyeluruh dan pemeliharaan fasilitas agar seluruh pengguna dapat menikmati layanan yang optimal pada pagi hari.
Demi kelancaran proses tersebut, pengguna diminta menunggu di area luar stasiun atau area sebelum gate-in. KAI Commuter menegaskan bahwa petugas keamanan akan tetap bersiaga sehingga keamanan pengguna tetap terjamin meski menunggu di luar area operasional malam hari.
Kehadiran Skybridge Bakal Ubah Tata Letak Pintu Stasiun Tanah Abang
