Friday, January 2, 2026
HomeAnalisa AngkutanMengenal NOTAM (Notice to Airmen): Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerjanya dalam Penerbangan

Mengenal NOTAM (Notice to Airmen): Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerjanya dalam Penerbangan

Dalam dunia penerbangan, perubahan sekecil apa pun di bandara atau ruang udara harus diketahui oleh pilot sebelum mesin pesawat dinyalakan. Informasi penting ini disampaikan melalui sistem yang disebut NOTAM (Notice to Airmen)—yang kini mulai bertransformasi menjadi Notice to Air Missions agar lebih inklusif.

Sistem NOTAM bermula dari tradisi pelaut. Dahulu, para pelaut menggunakan Notice to Mariners untuk menginfokan bahaya di laut (seperti karang yang baru ditemukan atau mercusuar yang mati).

Pada tahun 1947, melalui kesepakatan internasional di bawah ICAO (International Civil Aviation Organization), sistem serupa diadopsi untuk penerbangan. Awalnya, NOTAM disebarkan melalui teleprinter, yang menjelaskan mengapa hingga saat ini format penulisan NOTAM identik dengan huruf kapital dan singkatan-singkatan yang tampak rumit (untuk menghemat bandwidth pengiriman pesan pada masa lalu).

NOTAM diterbitkan untuk memberi tahu personel penerbangan tentang kondisi, perubahan, atau bahaya dalam fasilitas, layanan, prosedur, atau gangguan di ruang udara. Contohnya meliputi penutupan landasan pacu (runway) karena perbaikan, lampu navigasi bandara yang mati, latihan militer atau peluncuran roket di wilayah tertentu, sampai adanya aktivitas abu vulkanik dari gunung berapi.

Akibat Abaikan NOTAM, Pesawat ini Bikin Presiden AS Joe Biden Dievakuasi dari Rumah Pribadi

Penerbitan NOTAM tidak bisa dilakukan sembarangan. Di setiap negara, otoritas penerbangan nasional bertanggung jawab atas hal ini. Yang menerbitkan NOTAM umumnya adalah otoritas bandara/maskapai, AIS (Aeronautical Information Service): Unit ini bertugas mengolah data sebelum dipublikasikan, dan AirNav Indonesia, Untuk konteks Indonesia, AirNav berperan sentral dalam mengelola dan menyebarkan NOTAM kepada pengguna ruang udara di seluruh Nusantara.

Sebelum terbang, pilot wajib melakukan briefing dan membaca seluruh NOTAM yang relevan dengan rute penerbangannya. Pada pre-flight briefing, pilot mendapatkan paket dokumen yang berisi daftar NOTAM aktif di bandara asal, bandara tujuan, hingga bandara alternatif.

Selain itu pilot modern menggunakan aplikasi digital seperti Jeppesen atau ForeFlight yang secara otomatis menampilkan NOTAM pada peta digital. Masyarakat atau pengamat penerbangan bisa mengecek NOTAM melalui situs resmi penyedia layanan navigasi udara atau aplikasi pelacak penerbangan pihak ketiga.

Catatan Menarik, pada Januari 2023, kerusakan pada sistem NOTAM di Amerika Serikat sempat menyebabkan seluruh penerbangan domestik di negara tersebut mengalami grounded (berhenti total) selama beberapa jam. Ini membuktikan betapa vitalnya pesan singkat ini bagi mobilitas dunia.

NOTAM Dikeluarkan, Wilayah Udara Karachi dan Lahore Alami Gangguan Sinyal GPS Parah

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru