Friday, January 16, 2026
HomeBandaraHubungkan Tiga Bandara Utama: Ambisi Megaproyek Thailand Bangun Kereta Cepat Sepanjang 220...

Hubungkan Tiga Bandara Utama: Ambisi Megaproyek Thailand Bangun Kereta Cepat Sepanjang 220 Km

Thailand tengah mengukir sejarah baru dalam dunia transportasi Asia Tenggara melalui proyek Kereta Cepat Tiga Bandara yang sangat ambisius. Megaproyek ini dirancang untuk membentang sepanjang 220 kilometer, menciptakan koneksi tanpa putus antara tiga pintu masuk utama negara tersebut, yakni Bandara Internasional Don Mueang di utara Bangkok, Bandara Suvarnabhumi yang menjadi hub utama, hingga Bandara Internasional U-Tapao di pesisir timur.

Dengan kecepatan maksimum mencapai 250 kilometer per jam, layanan kereta cepat ini akan memangkas waktu tempuh antara pusat kota Bangkok menuju kawasan pesisir menjadi hanya sekitar 45 hingga 60 menit saja.

Perencanaan rute ini sangat strategis karena tidak hanya menghubungkan bandara, tetapi juga melewati sembilan stasiun penting yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Jalur ini terintegrasi mulai dari Stasiun Bang Sue yang megah di Bangkok, melintasi Makkasan dan Chachoengsao, hingga menyentuh titik-titik pariwisata serta industri di Chonburi, Sriracha, dan Pattaya sebelum berakhir di U-Tapao. Kehadiran kereta ini diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas bagi jutaan wisatawan dan tenaga ahli yang bergerak di kawasan koridor ekonomi timur (EEC).

Bandara Mana yang Paling Mudah untuk Pilot Lepas Landas dan Mendarat?

Dari sisi finansial, proyek ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi publik-swasta (PPP) terbesar di Thailand dengan nilai investasi yang fantastis mencapai 224,5 miliar Baht atau setara dengan sekitar Rp98 triliun. Konsorsium yang dipimpin oleh raksasa bisnis Charoen Pokphand (CP) Group telah dipercaya untuk menangani konstruksi hingga pengelolaan selama masa konsesi 50 tahun.

Skema pendanaan ini memungkinkan pemerintah Thailand untuk melakukan lompatan teknologi transportasi tanpa harus membebani anggaran negara sepenuhnya di awal, sementara sektor swasta diberikan ruang untuk mengelola efisiensi layanan secara komersial.

Meskipun sempat menghadapi dinamika pembebasan lahan dan tantangan teknis dalam integrasi jalur kereta bandara yang sudah ada, pemerintah Thailand terus menunjukkan komitmen kuat agar target realisasi tidak meleset jauh. Fokus konstruksi saat ini diarahkan pada penyelesaian struktur utama agar layanan kereta cepat ini bisa mulai beroperasi secara penuh pada rentang tahun 2028 hingga 2029.

Kehadiran sistem transportasi ini tidak hanya dipandang sebagai kemudahan bagi penumpang pesawat, tetapi juga sebagai pemicu lahirnya kota-kota modern di sepanjang rute yang dilaluinya.

Dengan meleburnya tiga bandara ke dalam satu ekosistem transportasi yang efisien, Thailand berambisi mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin logistik dan pariwisata di kawasan semenanjung Indochina, sekaligus memberikan standar baru bagi pengembangan kereta cepat di Asia Tenggara.

Shanghai Maglev – Kereta Bandara Tercepat di Dunia, Bisa ‘Ngewhoosh’ Sampai 500 Km per Jam

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru