Kereta Rel Listrik (KRL) yang biasa kita gunakan sehari-hari memang sangat membantu dalam melakukan perjalanan singkat ke berbagai tujuan di Jabodetabek. Rangkaian KRL yang datang dari berbagai negara yaitu Jepang, Cina, maupun Indonesia telah menghiasi jalur Comnuter Line di berbagai rute.
Hal ini membuat PT Commuter Indonesia (KCI) selalu mengedepankan prioritas masyarakat sebagai pengguna transportasi umum untuk selalu merawat dan menjaga rangkaian KRL agar tak selalu terjadi gangguan saat dioperasikan. Untuk perawatan KRL sendiri memang butuh lokasi dan ruang khusus agar perjalanan KRL kembali lancar. Maka dari itu kawasan depo yang berlokasi di Depok inilah menjadi solusi untuk merawat KRL tersebut.
Saat ini Depo KRL Depok tak hanya sebagai perawatan berbagai macam KRL saja, tapi menjadi lokasi unik yang membuat perhatian warga sekitar. Apalagi sampai warga asing yang telah mengetahui bahkan mendatangi kawasan Depo KRL Depok ini untuk mengabadikan momen yang tak biasa ini.
Ya, pemandangan yang tak biasa di Depo KRL Depok ini terlihat sejumlah tumpukan KRL Commuter Line yang sudah tidak berfungsi tersusun rapi di salah satu sudut Depo KRL Depok, Jalan Kampung Rawageni, Cipayung, Kota Depok. Keberadaan gerbong-gerbong tersebut dapat disaksikan dari jembatan Jalan Terusan Dipo.
Rangkaian kereta disusun berjajar dalam beberapa baris dan ditumpuk hingga dua tingkat. Setiap unit diberi nomor identifikasi menggunakan cat semprot berwarna merah. Banyaknya KRL itu ditempatkan di atas lahan yang baru diuruk. Kondisi tanah di sekitarnya masih basah yang terlihat jelas. Di area tersebut juga terdapat dua unit alat berat, salah satunya berupa crane, yang digunakan untuk proses penataan.
Tak jauh dari lokasinya, sejumlah komponen kereta lainnya terlihat tersusun rapi, menandakan adanya proses pengelompokan atau penataan material. Kereta-kereta tersebut merupakan rangkaian yang telah berusia tua dan masuk dalam kategori afkir atau konservasi. Pintu-pintu kereta yang sudah tidak digunakan pun dibiarkan terbuka, menampilkan interior tempat duduk penumpang saat masih beroperasi.
Bagi warga sekitar yang bermukim di area depo, ini merupakan pemandangan tersebut kerap menarik perhatian warga, termasuk pengunjung dari luar daerah hingga wisatawan asing. Anak-anak pun sering datang ke jembatan pada sore hari hanya untuk melihat aktivitas keluar-masuk kereta di depo. Beberapa bahkan diantar orang tua mereka menggunakan sepeda motor.
Berdasarkan data tahun 2025, KCI mencatat terdapat sekitar 242 unit kereta atau 25 rangkaian yang sudah tidak dapat dioperasikan yang disimpan sementara di Depo KRL Depok. Bahkan menurut Vice President Corporate Secretary PT KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa kereta-kereta tersebut mengalami kerusakan berat dan telah memasuki masa konservasi.
Konservasi masih terus berlanjut jika KRL berikutnya memang sudah tidak layak beroperasi. Bahkan ke depannya, seluruh rangkaian kereta yang telah afkir itu nantinya akan dipindahkan ke lokasi konservasi sarana KRL yang berada di Stasiun Pasirbungur, Subang, Jawa Barat.
Meskipun Masih Gunakan Single Track, Headway Jalur Citayam–Nambo Bakal Ditingkatkan
