Monday, January 19, 2026
HomeAnalisa AngkutanProject Sunrise: Qantas Mulai Uji Coba Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia pada...

Project Sunrise: Qantas Mulai Uji Coba Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia pada 2026

Industri penerbangan dunia bersiap menyaksikan sejarah baru. Maskapai nasional Australia, Qantas, mengonfirmasi akan memulai uji coba operasional untuk rute penerbangan non-stop terlama di dunia pada tahun 2026. Proyek ambisius yang dikenal dengan nama “Project Sunrise” ini akan menghubungkan Sydney secara langsung dengan kota-kota global seperti London dan New York tanpa perlu melakukan transit.

Penerbangan revolusioner ini diperkirakan akan memakan waktu antara 19 hingga 22 jam di udara. Untuk mewujudkan hal tersebut, Qantas telah memesan armada khusus Airbus A350-1000 yang dimodifikasi dengan tangki bahan bakar tambahan agar mampu menempuh jarak ultra-jauh. Langkah ini merupakan jawaban Qantas atas permintaan penumpang yang menginginkan efisiensi waktu dan kenyamanan tanpa harus terganggu oleh proses transit di hub internasional.

Beragam Poin ini Menjadi Pertimbangan Qantas dalam Uji Coba “Project Sunrise”

Menyadari tantangan fisik berada di dalam pesawat selama hampir satu hari penuh, Qantas mendesain interior pesawat dengan fokus utama pada kesehatan dan kesejahteraan penumpang (wellbeing). Airbus A350 Project Sunrise ini nantinya hanya akan mengangkut 238 penumpang—jauh lebih sedikit dari kapasitas standar—untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas. Salah satu fitur yang paling dinantikan adalah adanya “Wellbeing Zone”, sebuah area terbuka di dalam pesawat di mana penumpang bisa melakukan peregangan, berolahraga ringan, serta mendapatkan hidrasi tambahan.

Selain area khusus, konfigurasi kabin juga dirancang mewah di semua kelas. Penumpang First Class akan menikmati “suite” pribadi yang menyerupai kamar hotel mini, sementara kelas Ekonomi akan mendapatkan ruang kaki yang lebih luas dibandingkan penerbangan standar. Pencahayaan di dalam kabin juga akan disesuaikan secara otomatis menggunakan sistem khusus untuk membantu meminimalisir efek jet lag bagi penumpang setelah mendarat.

Project Sunrise bukan sekadar pencapaian teknis bagi Qantas, tetapi juga menjadi strategi maskapai untuk mendominasi pasar penerbangan premium dunia. Dengan rute langsung dari pantai timur Australia ke Eropa dan Amerika Serikat, Qantas optimis dapat menarik pelancong bisnis dan wisata yang mengutamakan kenyamanan maksimal. Jika uji coba di tahun 2026 berjalan lancar, rute ini akan secara resmi memegang gelar sebagai penerbangan komersial terpanjang yang pernah dioperasikan manusia, melampaui rekor yang saat ini dipegang oleh Singapore Airlines.

Kenapa Rute London-Sydney Qantas ‘Harus’ Transit di Singapura? Ini Jawabannya

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru