Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, Stasiun Sidoarjo merupakan stasiun pemberhentian terakhir Kereta Commuter Line Jenggala dengan rute Surabaya – Sidoarjo. Stasiun Sidoarjo merupakan stasiun kereta api kelas I yang berada di kelurahan Lemahputro, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Stasiun ini berada di ketinggian +4 meter di atas permukaan laut.
Stasiun Sidoarjo juga merupakan stasiun tertua di Jawa Timur dan salah satu peninggalan kolonial Belanda dalam bentuk arsitektur yang banyak dipertahankan fungsinya hingga saat ini. Pada abad 18, Sidoarjo merupakan salah satu sentra produksi gula. Hal ini ditandai dengan berdirinya 10 pabrik gula di sidoarjo.yaitu ada di beberapa tempat yakni Ketegan, Taman, Gedangan, Buduran, Candi, Tulangan, Krembung, Wonoayu, Krian, dan Watu Tulis.
Kota Sidoarjo pada masa itu merupakan daerah industri gula yang potensial di Nusantara. Sebagai konsekuensi dari pembukaan pabrik gula tersebut, pemerintah kolonial Belanda juga menyiapkan sarana dan prasarana untuk mengangkut hasil gula dari Sidoarjo menuju ke Pelabuhan atau kota lain.
Gula merupakan komoditas primadona yang diminati di daerah Eropa. Sehingga, pemerintah Belanda merasa penting untuk membuka jaringan jalan kereta api (rel). Pembangunan jalur kereta api dari Surabaya hingga Pasuruan yang membelah Sidoarjo, dikerjakan oleh Staats Spoorwegen lebih dari tiga tahun, dan diresmikan pada 16 Mei 1878.
Stasiun Sidoarjo sebagai bangunan bersejarah (cagar buday) yang dilestarikan, tetap mempertahankan elemen-elemen arsitektur yang ada. Elemen pintu dan jendela pada stasiun memiliki peran yang penting sebagai jalur sirkulasi. Pengaruh gaya arsitektur kolonial Belanda di Indonesia pada pertengahan abad ke-18 hingga awal abad ke-19 dikenal dengan sebutan Indische Empire.
Elemen pintu dan jendela stasiun kereta api sidoarjo yang masih terjaga keasliannya dapat menjadi bahan masukan apabila dilakukan perbaikan maupun penggantian pada elemen tersebut. Hal ini dilakukan agar kelestarian bangunan bersejarah seperti stasiun ini dapat tetap terjaga.
Stasiun Sidoarjo memiliki kelengkapan sesuai standar bangunan stasiun yang berada di kota atau kabupaten pada umumnya, yakni memiliki halaman depan, bagian hall yang ada di bangunan stasiun, peron, dan emplasemen. Stasiun ini juga tergolong sebagai stasiun besar yang memiliki fungsi sebagai tempat kereta api berheni, tempat kereta api berangkat, dan tempat kereta api bersilang, menyusul atau disusul.
Yuk, Jelajahi Stasiun Lawang yang Merupakan Stasiun ‘Tertinggi’ di Wilayah Malang
