Saturday, May 2, 2026
HomeAnalisa AngkutanIni Alasan Penumpang Naik Kereta Ekonomi Jadi Pilihan Utama saat Mudik Lebaran...

Ini Alasan Penumpang Naik Kereta Ekonomi Jadi Pilihan Utama saat Mudik Lebaran 2026

Angkutan mudik Lebaran 2026 menggunakan kereta api sudah terlihat saat ini. Masyarakat sudah memesan jauh-jauh hari agar tak kehabisan tiket agar bisa berlebaran bersama sanak saudara di kampung halaman. Dari berbagai jenis dan kelas kereta api yanv diberikan, ternyata penumpang lebih dominan menggunakan kereta kelas ekonomi. Diketahui kereta api kelas ekonomi saat ini pun sudah beragam jenisnya.

Kelas ekonomi yang dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) memiliki tiga jenis, yakni ekonomi bertarif subsidi, ekonomi premium, ekonomi new generation modifikasi dan ekonomi new generation stainless steel. Beragam kelas ekonomi ternyata cukup dinikmati pemudik lantaran pelayanan yang diberikan walaupun berbeda namun fasilitas yang disediakan cukup membantu para penumpang.

Dari hasil data yang diberikan PT KAI wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat kereta api kelas ekonomi menjadi pilihan utama masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2026 dengan penjualan tiket mencapai 378.324 tiket, sementara kelas eksekutif sebanyak 211.566 tiket.

Dikutip dari laman Antara, Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan, kereta api ekonomi menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh dengan biaya yang efisien dengan tingkat keamanan dan kenyamanan perjalanan yang terus terjaga.

Untuk kategori kereta kelas ekonomi bersubsidi (Public Service Obligation/ PSO) yang menjadi favorit masyarakat saja, tingkat okupansi tercatat mencapai 93 persen, dengan 74.055 tiket telah terjual. Seperti pada berangkat dari Stasiun Pasar Senen, antara lain Kereta Api (KA) Bengawan dengan tarif sekitar Rp74.000, KA Airlangga dengan tarif sekitar Rp104.000, KA Serayu dengan tarif sekitar Rp67.000 dan KA Cikuray dengan tarif Rp.45.000.

Hingga saat ini masih tersedia sekitar 7.000 tempat duduk untuk periode keberangkatan 23 Maret hingga 1 April 2026. Sementara itu, pada kereta api ekonomi komersial tercatat tiket telah dipesan dengan tingkat okupansi sekitar 67 persen dari total kapasitas yang tersedia.

Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan adanya program stimulus ekonomi dari pemerintah berupa potongan tarif hingga 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial yang berlaku pada periode keberangkatan 14 Maret hingga 29 Maret 2026.

Kelas ekonomi komersial (non subsidi), tingkat okupansi saat ini berada di angka 67 persen atau sekitar 304.269 tiket terjual. KAI memprediksi, angka ini akan terus melonjak seiring program stimulus berupa potongan tarif hingga 30 persen yang berlaku untuk keberangkatan 14–29 Maret 2026. Secara keseluruhan, untuk periode pertengahan hingga akhir Maret, masih tersedia sekitar 85.726 tempat duduk untuk kategori ekonomi komersial.

Diketahui, Stasiun Pasar Senen tetap menjadi titik pusat keberangkatan bagi para pemudik kelas ekonomi. Rangkaian seperti KA Bengawan, KA Airlangga, KA Serayu, KA Kertajaya, KA Jayakarta, dan KA Progo tercatat sebagai rangkaian dengan tingkat pemesanan tertinggi.

KAI berkomitmen menjaga peran kereta api dalam menjaga konektivitas nasional, terutama pada masa puncak mobilitas warga seperti menjelang Idul Fitri. Selain aspek transportasi, pergerakan ratusan ribu penumpang ini diharapkan mampu memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi di kota-kota tujuan.

Naik Kereta Kelas Ekonomi Premium Ternyata Untung Banyak, Penasaran?

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru