Friday, April 24, 2026
HomeAnalisa AngkutanHarap Sabar! Boeing 777X Baru Akan Mengudara Tahun 2027, Molor 7 Tahun...

Harap Sabar! Boeing 777X Baru Akan Mengudara Tahun 2027, Molor 7 Tahun dengan Kerugian Fantastis

Kabar kurang sedap kembali datang dari raksasa dirgantara Amerika Serikat, Boeing. Pesawat yang digadang-gadang menjadi masa depan penerbangan jarak jauh, Boeing 777X, dilaporkan baru akan memasuki masa layanan operasional (entry into service) pada tahun 2027. Penundaan terbaru ini menandai perjalanan panjang yang penuh liku bagi program 777X, yang kini mencatatkan total keterlambatan hingga tujuh tahun dari jadwal aslinya.

Mengutip laporan dari Simple Flying, penundaan ini bukan sekadar soal waktu, melainkan juga beban finansial yang sangat berat. Boeing diperkirakan telah menghabiskan dana tambahan hingga US$15 miliar (sekitar Rp244 triliun) akibat berbagai kendala teknis dan proses sertifikasi yang kian ketat. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi maskapai-maskapai besar dunia yang telah lama menanti kedatangan burung besi raksasa ini untuk memperbarui armada mereka.

Awalnya, Boeing memproyeksikan 777X dapat dikirimkan kepada pelanggan pertama pada tahun 2020. Namun, serangkaian masalah teknis terus menghantui. Salah satu kendala utama yang sempat menghentikan uji terbang adalah masalah pada mesin GE9X yang masif, serta kegagalan dalam uji beban struktur pada pintu kabin saat fase pengetesan darat.

Selain masalah teknis internal, Boeing kini menghadapi pengawasan yang jauh lebih ketat dari Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) pasca insiden 737 MAX. Proses sertifikasi yang jauh lebih detail dan memakan waktu lama membuat jadwal pengiriman 777X terus terdorong ke belakang. Pihak Boeing sendiri menyatakan bahwa mereka fokus pada keamanan dan kualitas demi memastikan pesawat ini benar-benar siap saat menyapa penumpang nantinya.

Penundaan hingga tahun 2027 ini memberikan efek domino bagi strategi bisnis maskapai. Emirates, sebagai pemesan terbesar Boeing 777X, telah berulang kali menyatakan kekecewaannya. Maskapai yang berbasis di Dubai tersebut terpaksa harus memperpanjang masa pakai armada Boeing 777-300ER dan Airbus A380 lama mereka, yang tentu membutuhkan biaya perawatan ekstra.

Selain Emirates, maskapai besar lainnya seperti Lufthansa, Qatar Airways, Singapore Airlines, hingga Cathay Pacific juga berada dalam posisi sulit. Mereka harus mengatur ulang rencana ekspansi rute jarak jauh mereka yang sebelumnya sangat bergantung pada efisiensi bahan bakar yang dijanjikan oleh teknologi sayap lipat (folding wingtips) milik 777X.

Meskipun molor cukup lama, Boeing 777X tetap menjadi pesawat yang paling dinanti. Dengan kapasitas penumpang yang besar dan efisiensi bahan bakar yang diklaim 10% lebih baik dari kompetitornya, pesawat ini diprediksi akan mengubah peta persaingan rute ultra-long-haul. Boeing berkomitmen untuk menggunakan waktu tambahan ini guna memastikan transisi ke layanan operasional berjalan semulus mungkin tanpa kendala teknis yang berarti.

Bagi para penumpang, tahun 2027 mungkin terasa masih lama. Namun, kehadiran Boeing 777X nantinya dipastikan akan membawa standar kenyamanan baru di udara, dengan kabin yang lebih luas, jendela yang lebih besar, dan tekanan kabin yang lebih nyaman bagi perjalanan lintas benua.

Emirates Borong 90 Unit 777x Senilai US$52 Miliar, Pertahankan Gelar Maskapai Terbesar Pengguna Boeing 777 Series

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru