Waktu demi waktu proses evakuasi berjalan cukup alot. Bagaimana tidak, beberapa komponen pasca tragedi masih berserakan dan cukup rumit untuk di lakukan pembersihan. Namun, dari banyaknya petugas yang berjibaku agar bisa menyelesaikan proses evakuasi rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur terus dilakukan dan dipercepat.
Dari informasi yang beredar memang sudah seharusnya pekerjaan tersebut rampung pada sore hari. Namun, kenyataan di lokasi kejadian memang terlihat sulit untuk pembenahan lebih cepat. Karena harus memikirkan cara jitu yang dapat diselesaikan dengan mudah dan perjalanan kereta api kembali normal.
Selasa (28/4) kemarin sebetulnya perjalanan kereta api sudah bisa dilewati di Stasiun Bekasi Timur. Tapi hanya perjalanan untuk kereta api jarak jauh saja yang diinstruksikan. Mengingat penumpang kereta api jarak jauh sudah cukup menumpuk di stasiun keberangkatan, yakni Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Walaupun begitu setiap perjalanan kereta api tetap mengalami keterlambatan hingga lebih dari 2 jam.
Sedangkan perjalanan KRL belum bisa melewati beberapa stasiun mulai dari Bekasi hingga Cikarang. Semua perjalanan KRL di lintas ‘blue line’ ini hanya sampai Stasiun Bekasi. Manajemen KAI Commuter memastikan, fokus utama saat ini adalah memindahkan unit kereta agar jalur dapat kembali normal. Selama proses tersebut, perjalanan kereta api di lintas itu mengalami penyesuaian operasional yang cukup signifikan demi keselamatan penumpang.
Terkait pembatasan operasional ini terpaksa dilakukan karena jalur di Bekasi Timur belum bisa dilalui oleh rangkaian kereta secara aman. Petugas di stasiun juga telah memberikan informasi secara berkala kepada calon penumpang mengenai kondisi terkini di lintas tersebut. Terkait durasi gangguan, KAI Commuter menargetkan pemindahan rangkaian kereta tersebut dapat rampung dalam waktu dekat. Karina menyebut, tim gabungan dari PT KAI dan KAI Commuter sudah dikerahkan sepenuhnya di titik evakuasi.
Meski unit KRL nantinya berhasil dievakuasi, jalur tidak serta-merta langsung dibuka untuk umum. Perlu ada pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rel dan kabel aliran atas untuk memastikan kelayakan jalan. Aspek keselamatan menjadi pertimbangan paling krusial sebelum operasional normal kembali dijalankan. Pengecekan prasarana ini dilakukan untuk menghindari risiko teknis saat kereta mulai melintas kembali dengan kecepatan normal.
Dari berbagai informasi yang didapat bahwa pengerjaan atau proses evakuasi terus berjalan seiring waktu yang tetap berjalan. Proses evakuasi pada rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur dilakukan terus hingga proses pembersihan jalur dan sistim elektrifikasi dipasang. Dikabarkan bahwa harapan kembali normal perjalanan kereta api termasuk KRL di sepanjang jalur Bekasi hingga Cikarang maupun sebaliknya kembali pulih dan normal pada siang ini.
Kenali Jenis Kereta Crane yang Bantu Evakuasi KRL Anjlok di Cilebut
