Monday, May 18, 2026
HomeAnalisa AngkutanMenghindari Risiko Tertabrak Kereta, KAI Mulai Menutup Perlintasan Sebidang di ‘Red Line’

Menghindari Risiko Tertabrak Kereta, KAI Mulai Menutup Perlintasan Sebidang di ‘Red Line’

Kejadian yang nahas beberapa waktu lalu di perlintasan sebidang kawasan Jalan Ampera, Bekasi, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) khususnya Commuter terus memeriksa perlintasan sebidang yang kini telah diputuskan untuk dilakukan penutupan. Hal tersebut sudah dijalankan guna terhindar dari hal serupa yakni tertabrak kereta api di perlintasan yang tidak resmi maupun tidak dijaga. Bahkan beberapa lintasan kereta api di Jabodetabek tengah dilakukan penutupan salah satunya di Jalur Bogor atau jalur ‘red line’.

Adapun lokasi d jalur Bogor tersebut berada di area yang padat dengan masyarakat yang lalu lalang menyeberang rel kereta api, baik pejalan kaki maupun pengendara roda dua. Penutupan perlintasan sebidang liar tersebut berlokasi di kawasan RT 01 dan RT 03 antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet. Penutupan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun warga sekitar.

Menurut Deputi 2 Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Deddy Hendrady menjelaskan penutupan perlintasan liar memang menjadi program rutin KAI setiap tahun. Langkah itu diambil karena tingginya angka kecelakaan di lokasi perlintasan liar. KAI pun mendapat tugas dari pusat untuk menutup sekitar 40 perlintasan liar. Mayoritas perlintasan yang ditutup memiliki lebar kurang dari dua meter dan tidak dilengkapi penjaga.

Penutupan ini tentu demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat. Pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penutupan perlintasan tersebut. Menurutnya, masyarakat mendukung langkah yang diambil dengan baik. Karena ramainya perjalanan kereta tiap hari di jalur tersebut cenderung khawatir jika ada insiden serupa yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan terganggunya perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL).

Selain lokasi antara Tebet – Cawang, masih di jalur yang sama rencana penutupan akan dilakukan di area Pasar Anyar, Bogor. Lokasi perlintasan ini berdekatan dengan Stasiun Bogor. Menurut pemerintah setempat, nantinya mematangkan rencana penutupan perlintasan KRL di Pasar Anyar, Bogor tersebut. Langkah ini disiapkan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Rencana penutupan itu menjadi perhatian serius setelah terjadinya kecelakaan kendaraan yang tertabrak kereta api di salah satu lokasi perlintasan. Pemerintah menilai keberadaan lintasan sebidang di kawasan padat aktivitas memiliki tingkat risiko tinggi terhadap pengguna jalan maupun perjalanan kereta.

Hal ini membuat Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan tertib di Kota Bogor. Selain penutupan di perlintasan Pasar Anyar, lokasi selanjutnya berada di Perlintasan Kebon Pedes.

Selain faktor keselamatan, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperbaiki kelancaran arus lalu lintas di pusat kota yang selama ini sering mengalami kepadatan saat kereta melintas. Sebagai solusi atas penutupan akses perlintasan, Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung. Salah satunya adalah pembangunan jembatan khusus bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki di kawasan Pasar Anyar.

Usai Tragedi Fatal Terjadi di Bekasi Timur, KAI Akhirnya Menutup 29 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera, Ini Lokasinya

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru