Tuesday, May 19, 2026
HomeAnalisa AngkutanLonjakan Semakin Meningkat, KAI Terus Perkuat Kapasitas Angkutan KA Barang Logistik

Lonjakan Semakin Meningkat, KAI Terus Perkuat Kapasitas Angkutan KA Barang Logistik

Angkutan barang melalui kereta api kini sudah semakin meningkat. Beberapa layanan logistik khususnya di jalur Pulau Jawa semakin terus melirik pada angkutan berbasis rel ini. Bisa terlihat perjalanan kereta api barang seperti kontainer yang melintas terlihat muatan penuh di setiap gerbongnya. Hal ini membuat PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) berkomitmen untuk memperkuat layanan logistik tersebut.

Hal ini terbukti dari peningkatan kapasitas angkutan teresebut didorong oleh meningkatnya permintaan dari para pelaku industri yang membutuhkan kepastian distribusi barang secara masif dan terjadwal.

Seperti halnya peningkatan kapasitas angkut peti kemas melalui KA Ronggowarsito. Langkah ini untuk memperkuat konektivitas distribusi barang, khususnya dalam mendukung kebutuhan logistik yang terus berkembang pesat di kawasan industri wilayah Semarang dan sekitarnya.

Diharapkan KA Ronggowarsito dapat menjadi solusi karena menawarkan keunggulan strategis berupa titik transit langsung di Semarang, sebuah nilai layanan yang menjadi diferensiasi utama di pasar logistik saat ini. Serta sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan manufaktur yang membutuhkan moda transportasi lebih efisien dan andal dibandingkan moda transportasi lainnya.

Selain itu KAI juga berkomitmen memperkuat pengembangan layanan angkutan barang untuk mendukung pertumbuhan industri dan konektivitas logistik nasional. Salah satunya yang dilakukan sebagai bentuk respons terhadap tingginya permintaan layanan adalah angkutan retail sepanjang Januari hingga April 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatakan kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan distribusi barang yang efisien, terukur, dan mampu menjangkau berbagai wilayah secara lebih optimal.

Ia menekankan pentingnya penguatan angkutan logistik berbasis rel mengingat biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 15 persen hingga di atas 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara standar global berada di kisaran 7–8 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ruang efisiensi masih terbuka lebar bagi sektor logistik nasional. Pasalnya, peluang bagi industri nasional untuk meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun global dinilai semakin besar jika biaya distribusi dapat ditekan.

Saat ini, satu gerbong KAI berkapasitas rata-rata 50 ton dan sedang ditingkatkan menjadi 70 ton. Apabila total satu rangkaian mencapai 60 gerbong, kapasitas angkut dapat menyentuh 4.200 ton dalam satu perjalanan.

Oleh karena itu, KAI terus memperkuat kapasitas angkutan barang dengan meningkatkan kemampuan sarana dan pengembangan pola distribusi berbasis rel. Agar distribusi barang dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru