Pengguna layanan Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek sudah semakin banyak peminatnya, apalagi pada jam-jam sibuk. Masyarakat wilayah Jabodetabek sudah merasakan layanan perjalanan tersebut dari berbagai stasiun yang dilayani LRT Jabodebek. Tentunya wilayah Bekasi dimulai dari Stasiun Jatimulya, wikayah Jakarta Timur dimulai dari Stasiun Harjamukti, hingga wilayah Jakarta Pusat dari Stasiun Dukuh Atas.
Berbagai akses yang mudah hanya dengan menggunakan LRT Jabodebek, sudah terlihat kepadatan masyarakat yang beraktivitas. Berbagai stasiun yang disinggahi sejatinya berada di kawasan perkantoran maupun aktivitas usaha masyarakat membuat layanan ini terlihat sibuk pada jam tertentu. Untuk itu PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) berinisiatif untuk menambah jadwal perjalanan pada jam sibuk bagi layanan LRT Jabodebek.
Penyesuaian ini mulai diterapkan setelah sebelumnya dilakukan evaluasi terhadap pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) uji coba penambahan frekuensi perjalanan pada jam sibuk pagi hari pada Senin (8/6) hingga Jumat (12/6). Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan penyesuaian jadwal tersebut merupakan bentuk adaptasi layanan terhadap pola mobilitas pengguna yang terus berkembang.
Penambahan frekuensi ini sejatinya untuk mengakomodir tingginya mobilitas masyarakat pengguna transportasi publik di wilayah Jabodebek. Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna LRT Jabodebek pada pagi hari yang sangat padat, KAI melakukan penyesuaian jadwal perjalanan LRT Jabodebek dengan menambah frekuensi perjalanan pada pagi hari.
Adapun penambahan LRT Jabodebek dan penyesuaian jadwal perjalanan di jam sibuk pagi sebagai berikut :
Jati Mulya – Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia
• Pukul 06.51 WIB
• Pukul 06.59 WIB
• Pukul 07.08 WIB
• Pukul 07.11 WIB (KA tambahan)
• Pukul 07.16 WIB
• Pukul 07.24 WIB
Harjamukti – Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia
• Pukul 07.14 WIB
• Pukul 07.22 WIB
• Pukul 07.26 WIB (KA tambahan)
• Pukul 07.30 WIB
• Pukul 07.38 WIB
Untuk penyesuaian perjalanan LRT Jabodebek di malam hari adalah sebagai berikut:
Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Jati Mulya
• Pukul 21.56 WIB
• Pukul 22.11 WIB (perubahan jadwal)
• Pukul 22.24 WIB (perubahan jadwal)
• Pukul 22.36 WIB (perubahan jadwal)
• Pukul 22.56 WIB
Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Harjamukti
• Pukul 22.02 WIB
• Pukul 22.17 WIB (erubahan jadwal)
• Pukul 22.32 WIB (perubahan jadwal)
• Pukul 22.42 WIB (perubahan jadwal)
• Pukul 23.02 WIB
Selain yang disebutkan, jadwal perjalanan LRT Jabodebek masih sama seperti sebelumnya. Radhitya mengatakan bahwa dengan penyesuaian tersebut, LRT Jabodebek tetap mengoperasikan sebanyak 430 perjalanan setiap hari kerja. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan layanan transportasi perkotaan yang selamat, aman, nyaman, serta responsif terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat.
Diketahui dari Data KAI menunjukkan tren pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek terus mengalami peningkatan. Pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna telah mencapai 13.211.856 orang, atau naik sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika pada 2025 rata-rata pengguna harian berada di kisaran 100 ribu orang, maka pada lima bulan pertama 2026 angka tersebut meningkat menjadi sekitar 120 ribu pengguna per hari kerja.
Sebagai respons terhadap perkembangan tersebut, KAI mulai mengembangkan berbagai fasilitas pendukung dan menghadirkan tenant yang menyediakan kebutuhan praktis bagi pengguna. Mulai dari makanan dan minuman, layanan ritel, hingga berbagai kebutuhan harian lainnya yang dapat diakses sebelum maupun setelah perjalanan.
Namun, sejumlah pengguna menilai bahwa peningkatan fasilitas komersial perlu tetap diimbangi dengan fokus pada aspek utama layanan transportasi, seperti ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan, kebersihan, serta kemudahan akses antarmoda.
Menanggapi kebutuhan tersebut, KAI menegaskan bahwa pengembangan layanan pendukung dilakukan sebagai pelengkap, bukan pengganti fungsi utama transportasi publik. Perusahaan memastikan peningkatan fasilitas komersial tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas operasional dan pelayanan kepada pengguna.
Ke depan, KAI akan terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra usaha untuk membangun ekosistem komersial yang terintegrasi dengan layanan transportasi. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan stasiun LRT Jabodebek sebagai ruang publik yang tidak hanya mendukung perpindahan orang, tetapi juga mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat modern secara lebih praktis, nyaman, dan efisien.
Minat “Beli” Stasiun LRT Jabodebek? Ternyata Segini Harganya
