Monday, June 22, 2026
HomeAnalisa AngkutanStasiun Garut Rencana Hadirkan Museum Mini untuk Wisatawan, Ini Penjelasan KAI Wisata

Stasiun Garut Rencana Hadirkan Museum Mini untuk Wisatawan, Ini Penjelasan KAI Wisata

Stasiun Garut kembali menjadi sorotan. Setelah meresmikan rangkaian Kereta Api (KA) Cikuray menggunakan kereta Ekonomi Kerakyatan dan Petani Pedagang, kini stasiun yang berada di tengah Kota Garut akan menjadi area wisata bagi masyarakat. Ya, di kabarkan bahwa nantinya bahwa selain untuk naik turun penumpang kereta api lokal maupun jarak jauh, Stasiun Garut akan memiliki museum mini.

Diketahui memang Stasiun Garut memiliki bangunan cagar budaya yang berada di sebelah bangunan baru dengan kondisi yang terawat rapi. Lengkap dengan plat nama bertuliskan Garut, stasiun ini sudah semakin eksis di kalangan masyarakat lokal maupun pendatang. Adapun museum mini yang nanti rencananya hadir, tentunya akan menjadi area wisata baru yang bisa dikunjungi oleh masyarakat sambil menunggu datangnya kereta api.

Menurut penuturan dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Pariwisata (KAI Wisata), Raden Agus Dwinanto berencana menghadirkan museum mini di Stasiun Garut sebagai upaya mendongkrak minat wisatawan sekaligus melestarikan sejarah perkeretaapian Jawa Barat.

Agus menjelaskan bahwa ide tersebut digagas berdasarkan tren peningkatan signifikan wisatawan dari Jakarta menuju Garut menggunakan kereta api. Pada periode Januari hingga Mei 2026, volume pelanggan rute Papandayan (Gambir-Bandung-Garut pp) tercatat mencapai 10.868 penumpang dengan tingkat okupansi rata-rata di atas 100 persen.

Museum mini yang direncanakan akan direalisasikan tahun ini akan memuat beragam koleksi kereta api serta sejarah jalur dan stasiun dari seluruh Jawa Barat . Koleksi yang dipamerkan rencananya mencakup artefak bersejarah, foto-foto dokumentasi, hingga miniatur lokomotif yang pernah beroperasi di wilayah Priangan.

Kehadiran museum ini melengkapi upaya pelestarian sejarah yang sebelumnya telah dilakukan. Pada Desember 2023, miniatur lokomotif uap tipe DD5208 yang legendaris atau dikenal dengan nama “Si Gombar” telah dipamerkan di Stasiun Garut sebagai bagian dari edukasi sejarah perkeretaapian Indonesia. Lokomotif ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) dan pernah beroperasi di wilayah pegunungan Priangan.

Stasiun Garut sendiri memiliki sejarah panjang yang dimulai pada 1 Agustus 1930. Aktivitas perkeretaapian di jalur ini sempat terhenti akibat erupsi Gunung Galunggung pada 1982 yang mengganggu operasional, hingga akhirnya stasiun resmi ditutup pada 1983. Reaktivasi Stasiun Garut pada 2021 menjadi momentum penting yang kembali membangkitkan harapan kemajuan wilayah Garut.

Selain mengaktivasi museum mini, KAI Wisata juga berencana menjajaki kolaborasi dengan agen travel lokal untuk menawarkan paket wisata menarik di Garut. Langkah ini sejalan dengan upaya mengintegrasikan layanan kereta api dengan pelaku usaha lokal. Agus berharap ingin kereta api yang melayani wisatawan, terintegrasi dengan pelaku usaha lokal. Serta bisa menawarkan opsi terbaik untuk wisatawan yang datang ke Garut.

Tentunya, saat di momen libur panjang yang akan datang, KAI Wisata berencana untuk mengaktivasi beragam promo untuk para penumpangnya, yang akan berlibur. Dan akan terus mendukung pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah melalui layanan dan pengalaman perjalanan yang berkualitas.

Sejak direaktivasi, Stasiun Garut melayani dua kereta api komersial jarak jauh yakni KA Papandayan relasi Garut-Gambir dan KA Cikuray relasi Garut-Pasar Senen. Pada masa angkutan Lebaran 2026, total keberangkatan penumpang dari Stasiun Garut mencapai 13.076 orang atau naik 6 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.

“Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru