Inilah Rutan Model 76 Voyager, Pesawat Pertama yang Keliling Dunia Tanpa Mengisi Bahan Bakar

0
The Rutan Model 76 Voyager jadi pesawat pertama di dunia yang berhasil terbang keliling dunia tanpa mengisi bahan bakar. Pesawat buatan Rutan Aircraft Factory itu total melahap penerbangan selama 9 hari, 3 menit, dan 44 detik sejauh 42.212 km. Foto: National Air and Space Museum - Smithsonian Institution

Hari ini, 37 tahun lalu yang bertepatan dengan 22 Juni 1984, menjadi momen bersejarah dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan, pasalnya telah berlangsung penerbangan perdana (first flight) The Rutan Model 76 Voyager, yaitu pesawat pertama di dunia yang berhasil melakoni terbang keliling dunia tanpa pengisian bahan bakar.

Baca juga: Hari Ini, 88 tahun Lalu, Wolfgang von Gronau Keliling Dunia Selama 111 Hari Pakai Pesawat Amfibi

Meski uji coba penerbangan secara dramatis berlangsung sukses, baru pada 14 Desember 1986, pesawat ini memulai penerbangan keliling dunia non-stop. Pesawat itu pun akhirnya resmi menjadi pesawat pertama di dunia yang berhasil menyelesaikan penerbangan keliling dunia non-stop atau tanpa mengisi bahan bakar, setelah berhasil mendarat dengan selamat pada 23 Desember 1986, setara melahap penerbangan 9 hari, 3 menit, dan 44 detik.

Dilansir airandspace.si.edu, untuk mendukung penerbangan keliling dunia tanpa mengisi bahan bakar, Voyager dibangun hampir seluruhnya terbuat dari bahan komposit sandwich sarang lebah dan serat grafit. Hal itu dimaksudkan agar pesawat menjadi lebih ringan dan pada akhirnya hemat bahan bakar.

Selama enam tahun, Voyager didesain, dibangun (konstruksinya), dan dikembangkan sedemikian rupa agar benar-benar siap melakukan penerbangan tersebut. Pesawat ini dirancang oleh Burt Rutan, avgeek asal AS yang sudah berpengalaman membuat pesawat home made serta pendiri perusahaan Rutan Aircraft Factory (berubah menjadi Scaled Composites dan diakuisisi oleh Northrop Grumman), dibantu oleh ahli pesawat home made lainnya seperti, VariViggen dan VariEze, serta produsen pesawat Beech Starship.

Voyager. Foto: National Air and Space Museum – Smithsonian Institution

Saat dirasa desain, konstruksi, dan proses pengembangannya sukses, tiga orang lainnya, Dick Rutan, Jeana Yeager, dan Bruce Evans menjadikan itu nyata dalam tempo 18 bulan. Ketiganya membuat pesawat itu di Pusat Uji Penerbangan Sipil, Bandara Mojave, California pada 22 Juni 1984

Pada 14 Desember 1986, pukul 8.01, The Rutan Model 76 Voyager memulai penerbangan keliling dunia usai lepas landas dari Edwards Air Force Base (Edwards AFB) atau Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, AS, diawaki oleh Dick Rutan dan Jeana Yeager.

Tak disebutkan dengan jelas rute pesawat dalam mengelilingi dunia. Namun, Voyager diketahui melintasi Samudera Pasifik, terus terbang mengikuti cuaca, angin, dan geografi yang tepat dengan dipandu ATC serta ahli meteorologi setempat ke arah Karibia, melintasi Samudera Atlantik Utara, menuju Afrika, dan kembali ke Edwards AFB pada pukul 8.05 waktu setempat.

Foto: Tangkapan layar

Selama penerbangan pertama keliling dunia tanpa mengisi bahan bakar, Voyager menempuh jarak 42.212 km selama 216 jam, 3 menit, dan 44 detik, dengan kecepatan rata-rata 186 km per jam serta ketinggian jelajah rata-rata 2.438 meter guna menghemat bahan bakar. Terkait ketinggian, kadang kala pesawat harus terbang lebih tinggi mencapai 6.248 meter untuk menghindari badai.

Selama perjalanan keliling dunia, tentu pesawat menghadapi berbagai masalah. Namun, yang paling menantang tentu mengatur 17 tangki bahan bakar seberat 3 ton lebih agar tetap seimbang saat satu per satu tangki perlahan kosong.

Baca juga: Hari Ini, 38 Tahun Lalu, Helikopter Pertama yang Berhasil Keliling Dunia Berangkat! Butuh Waktu Hampir Sebulan

Usai keberhasilan itu dan sang pilot menerima setidaknya delapan penghargaan internasional, pesawat yang ditenagai oleh dua mesin Teledyne Continental depan-belakang (mesin depan tipe O-240, 130 hp dan belakang tipe IOL-200, 110 hp), twin-boom, dan single wing kemudian disimpan di National Air and Space Museum, Washington DC, sampai detik ini.

Sebelum diabadikan di museum itu, pesawat dengan bentang sayap 33 meter, canard 10 meter, panjang badan 7,7 meter, panjang boom 8,9 meter, dan tinggi 3,1 meter ini sempat melakukan penerbangan terakhir pada Januari 1987, diawaki oleh pilot yang sama, Dick Rutan dan Jeana Yeager, untuk kembali ke Mojave, California.