Kita pasti tahu, banyaknya bangunan bersejarah di perkeretaapian Indonesia memiliki nilai cagar budaya yang tinggi dan sangat estetik. Bangunan yang terdiri dari berbagai stasiun kereta api baik di Jawa maupun Sumatra tentu hingga kini masih terawat dan digunakan dengan baik. Dengan begitu, bagi masyarakat atau penumpang yang menggunakan kereta api merasakan kekaguman bangunan stasiun tersebut yang bahkan berusia lebih dari satu abad.
Dari berbagai macam kawasan maupun wilayah, berbagai macam stasiun yang dinobatkan sebagai bangunan cagar budaya salah satunya di Jawa Barat. Diketahui bahwa Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang memiliki peranan besar dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia. Berbagai peninggalan masa lalu bisa ditemukan di beberapa lokasi, bahkan sejumlah di antaranya masih difungsikan dengan baik dan memberikan dampak besar untuk masyarakat.
Selain menyimpan nilai sejarah, stasiun kereta peninggalan Belanda tersebut juga memiliki desain yang mengagumkan sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Potensi tersebut kini dimaksimalkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT KAI untuk meluncurkan program West Java Traincation. Program tersebut merupakan jasa layanan wisata menjelajahi Jawa Barat dengan menggunakan kereta api melewati jalur-jalur yang kaya akan sejarah, serta keindahan pesona alam.
Nah, berikut ini beberapa daftar stasiun estetik dan bersejarah yang ada di Jawa Barat:
1. Stasiun Bandung
Stasiun yang berada di pusat Kota Bandung ini telah beroperasi sejak tahun 1884. Proses pemeliharaan hingga renovasi sudah dilakukan beberapa kali, namun masih ada bagian-bagian yang dipertahankan keasliannya dan memiliki nilai sejarah tinggi.
Stasiun ini menyediakan dua pintu masuk, utara dan selatan. Pada bagian utara, arsitektur bergaya Eropa masih dipertahankan dengan baik. Sedangkan di sisi selatan, bangunan sudah terlihat lebih modern.
2. Stasiun Garut
Stasiun Garut merupakan salah satu bangunan bersejarah di wilayah Priangan. Stasiun ini menjadi bagian penting dari perkembangan Garut pada masa kolonial Belanda, terutama dalam membuka akses transportasi, perdagangan, dan pariwisata di daerah pegunungan Jawa Barat.
Stasiun Garut mulai beroperasi pada 14 Agustus 1889 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api Cicalengka–Garut sepanjang 51 Km. Pembangunan jalur ini dilakukan karena pusat Kota Garut cukup jauh dari jalur utama kereta api. Oleh karena itu, dibuat jalur percabangan dari Stasiun Cibatu agar kota Garut memiliki akses langsung ke jaringan kereta api.
3. Stasiun Purwakarta
Stasiun mulai beroperasi pada 27 Desember 1902 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api Karawang – Purwakarta. Pembangunan jalur ini bertujuan membuat perjalanan Jakarta–Bandung lebih cepat dibanding jalur lama melalui Bogor–Sukabumi–Cianjur.
Stasiun Purwakarta juga mengadopsi gaya arsitektur kolonial yang disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia. Ciri utamanya terlihat pada bentuk bangunan yang sederhana namun kokoh, dinding tebal, jendela besar, langit-langit tinggi, dan atap lebar yang membantu mengurangi panas maupun hujan.
Desain seperti ini merupakan ciri umum bangunan Staatsspoorwegen (SS), yaitu perusahaan kereta api pemerintah Hindia Belanda yang banyak membangun stasiun di Pulau Jawa. Lokasinya yang ada di jantung Kota Purwakarta menjadikan stasiun ini selalu ramai dikunjungi penumpang serta wisatawan.
4. Stasiun Cianjur
Merupakan salah satu bangunan bersejarah di Jawa Barat yang menjadi saksi perkembangan transportasi, perdagangan, dan perkebunan sejak masa kolonial Belanda. Stasiun ini memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah Priangan, khususnya jalur Sukabumi – Cianjur – Bandung. Suasana yang tenang sangat terasa di stasiun ini. Berbeda dari Stasiun Bandung yang menjadi pusat keramaian, Stasiun Cianjur justru punya atmosfer tersendiri yang meninggalkan kesan berbeda.
5. Stasiun Cirebon
Dibangun pada 1912 silam ini menjadi saksi perkembangan Kota Cirebon, dari pusat perdagangan pesisir hingga menjelma sebagai salah satu simpul transportasi penting Jawa Barat. Dulunya jalur kereta di Cirebon dibuat untuk memperlancar pengangkutan hasil perkebunan dan barang dagangan, menghubungkan kawasan industri dan pelabuhan, serta mempermudah mobilitas bagi pemerintahan kolonial Belanda. Sekarang Stasiun Cirebon tetap berperan penting, sebagai penghubung jalur kereta di Jawa Barat dan daerah-daerah di Provinsi Jawa Tengah.
Bangunan Stasiun Cirebon dirancang oleh arsitek kebangsaan Belanda bernama Pieter Adriaan Jacobus Moojen. Desainnya memadukan gaya Art Nouveau, Art Deco, dan gaya arsitektur Hindia Baru (New Indies Style) yang disesuaikan dengan iklim tropis. Ciri khas bangunan ini antara lain bentuknya yang simetris, atap tinggi, serta menara dengan tulisan ‘Cirebon’. Seiring meningkatnya jumlah perjalanan kereta api, Stasiun Cirebon mengalami beberapa renovasi, termasuk peningkatan fasilitas dan perbaikan area peron. Namun, karakter utama bangunan bersejarahnya tetap dipertahankan.
Itulah beberapa stasiun kereta api di Jawa Barat yang memiliki bangunan estetik dan bernilai sejarah tinggi. Tentunya kalian sudah pernah berkunjung ke beberapa stasiun yang telah disebutkan. Tentunya, berbagai ornamen yang ada masih bisa diabadikan dan dirasakan sebagai bangunan cagar budaya Indonesia.
Merasakan Nuansa Khas Vintage Stasiun Gundih di Jalur Penghubung Semarang-Solo
