Sebuah revolusi hijau yang sunyi resmi dimulai di jalur perkeretaapian Eropa. Produsen kereta api terkemuka asal Swiss, Stadler, bersama dengan operator transportasi Sardinia, ARST (Trasporti Regionali della Sardegna), secara resmi meluncurkan kereta bertenaga hidrogen pertama di dunia yang dirancang khusus untuk jalur rel sempit (narrow-gauge).
Pengenalan armada inovatif berkode Class SRHe 113 ini dilaksanakan langsung di pusat komisioning Stadler di Erlen, Swiss, pada Jumat, 19 Juni 2026. Kehadiran jet darat ramah lingkungan ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan geografis yang selama ini memaksa jalur-jalur rel sempit di wilayah perbukitan tetap bergantung pada lokomotif diesel yang bising dan berpolusi.
Selama berdekatan dengan sejarah, jalur kereta rel sempit regional (khususnya berukuran 950 mm yang banyak tersebar di Italia) terjebak dalam dilema teknologi. Jalurnya yang penuh dengan tikungan tajam serta memiliki batas beban gandar (axle-load) yang sangat ketat membuat operasional kereta listrik modern yang berbobot berat menjadi mustahil untuk diterapkan.
Namun, Stadler berhasil mendobrak batasan tersebut dengan merancang kereta berbahan aluminium ringan yang dilengkapi sistem propulsi unik. Seluruh tangki hidrogen, sel bahan bakar (fuel cells), dan baterai traksi dikemas secara taktis di dalam satu gerbong tengah terpisah yang dinamakan “Power Pack”. Komponen ini bertindak sebagai pengisi daya berjalan yang mengubah hidrogen menjadi energi listrik, menggerakkan roda kereta, sekaligus mengisi ulang baterai saat melintasi jalur yang tidak memiliki kabel listrik aliran atas.
Hal yang paling luar biasa dari megaproyek ini adalah terciptanya ekosistem energi bersih yang sepenuhnya tertutup (closed-loop). Bahan bakar hidrogen yang digunakan tidak dibeli dari industri kimia, melainkan diproduksi secara mandiri di fasilitas lokal Sardinia dengan memanfaatkan 100 persen pasokan energi dari pembangkit listrik tenaga surya (panel surya). Alhasil, operasional jaringan kereta ini benar-benar menghasilkan emisi nol persen karena satu-satunya zat yang dibuang melalui saluran knalpot kereta hanyalah berupa uap air murni.
Bagi para penumpang setia komuter, kehadiran Class SRHe 113 besutan Stadler ini akan menghadirkan lompatan kenyamanan yang sangat drastis. Penumpang dipastikan tidak akan lagi merasakan getaran mesin yang berat serta raungan bising khas mesin diesel regional yang berisik. Kabin kereta dirancang sangat cerah, dilengkapi pendingin udara canggih dengan pembersih partikel udara, soket pengisi daya ganda (220V dan USB), serta koneksi Wi-Fi gratis.
Untuk memanjakan wisatawan, kereta ini dibekali lantai kabin yang rendah (low-floor) untuk memudahkan aksesibilitas kursi roda serta jendela panorama berukuran raksasa yang menyajikan pemandangan indah pedesaan Italia. Setelah melewati serangkaian uji keselamatan ketat dari Badan Keselamatan Kereta Api Italia (ANSFISA), armada ini dijadwalkan resmi mengangkut penumpang pada tahun 2028 untuk rute Bandara Alghero–Mamuntanas, Sassari–Alghero, dan Sassari–Sorso.
Baden-Württemberg, Negara Bagian di Jerman yang Tolak Teknologi Kereta Hidrogen
