Ada Andil Angkatan Darat Amerika Serikat, Dibalik Nama Besar Frankfurt Airport

Sumber: istimewa

Kendati bukanlah Ibukota dari Jerman, namun pamor dari Frankfurt tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Berjarak sekitar 400 km dari Berlin – Ibukota Jerman, kesibukan dari Frankfurt Airport membuatnya dinominasikan sebagai bandara tersibuk di Jerman, keempat di Eropa, dan ke-14 di dunia. Dari sini saja, mungkin Anda sudah mulai bertanya-tanya, “Mengapa Frankfurt Airport lebih sibuk ketimbang bandara lain di Jerman?”

Baca Juga: Bandara Tempelhof, Megastruktur NAZI Yang Kini Jadi Taman Kota Besar di Berlin

Sebelum membahasnya lebih jauh, sepanjang tahun 2018 kemarin Frankfurt Airport menangani 69.510.269 penumpang, diikuti oleh Munich International Airport yang menangani 46.253.623 penumpang, dan dua bandara yang ada di Berlin – Tegel dan Schönefeld hanya menangani 34.726.367 penumpang.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (21/8), jawaban dari pertanyaan di atas adalah karena fasilitas yang ada di Frankfurt Airport bisa dibilang jauh lebih mumpuni ketimbang tiga bandara terkenal lainnya yang ada di Negeri Bavaria. Hal ini sampai-sampai membuat Frankfurt Airport mendapatkan julukan sebagai mega-airport.

Tidak hanya itu, maskapai kenamaan asal Jerman, Lufthansa juga menjadikan Frankfurt Airport sebagai main hub mereka. Wajar saja, Frankfurt Airport memiliki empat landas pacu (tiga menghadap ke arah timur-barat, sedangkan satunya lagi menghadap utara-selatan), dan dua terminal – dimana Terminal 1 dikhususkan bagi maskapai Lufthansa.

Campur Tangan Amerika
Tapi usut punya usut, ternyata bandara ini memang sudah dengan sengaja dijadikan hub penerbangan keluar-masuk Jerman sejak jaman dulu kala. Pasca berakhirnya Perang Dunia Kedua, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) yang kala itu menduduki Frankfurt menjadikan bandara di kota ini sebagai hub keluar-masuknya penerbangan di Jerman Barat.

Ditunjang dengan lokasinya yang berada cukup sentral di daerah Jerman Barat membuat AD AS semakin yakin bahwa Frankfurt Airport merupakan bandara yang cocok untuk melayani penerbangan ke seluruh negeri.

Baca Juga: Inilah 5 Bandara Tertua di Dunia Yang Masih Beroperasi

Jadi Hub Lufthansa
Kembali ke April 1955, dimana Lufthansa untuk pertama kalinya kembali melayani penumpang pasca perang berakhir. Kala itu, Berlin masih tergabung di kubu Jerman Timur dan agaknya tidak mungkin untuk menjadikan bandara di sana (Tegel) sebagai basis dari Lufthansa untuk mengoperasikan penerbangan. Satu-satunya bandara yang cukup kompatibel untuk dijadikan hub bagi Lufthansa adalah Frankfurt Airport.

Sejak saat itu, Lufthansa memutuskan untuk melebarkan sayap bisnisnya di sebagian besar wilayah Jerman Barat. Lalu Lufthansa menempatkan kantor pusatnya di Cologne, dimana kota ini dipilih oleh pihak maskapai karena dekat dengan Ibukota Jerman Barat saat itu, Bonn.

Sejak saat itu, baik Lufthansa maupun Frankfurt Airport terus mengalami perkembangan hingga saat ini – keduanya dinobatkan sebagai maskapai terbesar dan bandara tersibuk di Negeri Bavaria.