Ada Palu Pemecah Kaca di Kendaraan Umum, Tahukah Cara Menggunakannya?

ilustrasi kecelakaan bus. Sumber: liputan6.com

Salah satu perangkat keselamatan yang biasa terpasang di sarana transportasi ini kadang luput dari sudut pandang para pengguna jasa. Palu pemecah kaca, alat ini kerap kali turut serta mendampingi para pengguna jasa transportasi berkendara sesuai rute yang telah ditetapkan sebelumnya, baik di kereta api ber-AC hingga Bus TransJakarta. Dalam keadaan darurat, palu ini amat berfungsi untuk memecahkan kaca sehingga orang yang terperangkap di dalam moda itu bisa keluar. Tapi, bagaimana cara memecahkan kaca tersebut? mengingat di kebanyakan moda, bagian sisi dan belakangnya menggunakan kaca jenis tempered glass?

Di kebanyakan moda, kaca bagian depan menggunakan kaca jenis laminated glass. Baik tempered glass maupun laminated glass sama-sama merupakan kaca keselamatan, yang membedakan adalah proses pembuatannya. Laminated glass adalah kaca  yang terdiri dari 2 kaca float biasa yang direkatkan dengan polyvinil butiral film (PVB). PVB akan merekatkan kaca sehingga pecahan kaca tetap menempel meskipun telah pecah. Sedangkan tempered glass adalah kaca float biasa yang telah ditingkatkan kekuatannya dengan cara dipanaskan sampai titik didih tertentu (sekitar 700’C) kemudian didinginkan secara mendadak dengan semburan udara dingin pada kedua sisinya, sehingga akan terjadi perubahan gaya tarik dan gaya tekan dari kaca tersebut. Keuntungan dari tempered glass adalah pecahan kaca akan berupa butiran dan tidak tajam layaknya pecahan kaca lain.

Maka dari itu, mengapa para produsen bus dan kereta lebih memilih untuk menggunakan laminated glass pada bagian depan moda, dan tempered glass pada bagian sisi dan belakang moda. Karena kedua kaca ini merupakan jenis kaca yang diperuntukan sebagai penunjang keselamatan, bukan berarti kaca-kaca ini tidak dapat dipecahkan. Para produsen moda-moda ini sudah memperhitungkan dengan matang mengenai keselamatan penumpang apabila nyawa mereka tengah terancam.

Sumber: pixabay.com
Sumber: pixabay.com

Penempatan palu darurat biasanya pada bagian samping kaca penumpang, dengan tujuan agar dapat dengan mudah dijangkau oleh penumpang, ditambah dengan warnanya yang cukup mencolok (orange). Dalam keadaan darurat, penumpang mesti akan panik hingga tidak tahu harus berbuat apa, namun itu merupakan cara yang salah untuk mengatasi situasi seperti ini. Jika Anda terjebak dalam situasi ini, yang Anda perlukan adalah ketenangan, karena berbekal hal tersebut maka Anda dapat menyelamatkan nyawa Anda  bahkan orang lain yang turut pula berada dalam situasi darurat tersebut.

Memang tidak ada trik khusus untuk memecahkan kaca dalam kondisi darurat, namun setiap benda mati pasti memiliki titik paling lemah. Untuk kaca berjenis tempered glass, titik paling lemah sebenarnya ada pada bagian sisi kaca, namun Anda dapat menggunakan palu darurat untuk memecahkan kaca tersebut. Palu dengan ujung sedikit meruncing ini dapat sedikit memudahkan karena Anda tidak perlu bersusah payah mencari alat untuk memecahkan kaca. Anda dapat memukul bagian pinggir kaca sekuat tenaga dengan menggunakan palu darurat, usahakan secara berbarengan agar kaca dapat lebih mudah pecah dan Anda dapat keluar dari moda tersebut.

Sumber: solopos.com
Sumber: solopos.com

Apabila Anda tertarik untuk memiliki salah satu alat penunjang keselamatan selama berkendara ini, Anda dapat mencoba mencarinya di toko perlengkapan alat-alat berat yang ada di pusat perbelanjaan. Di sana biasanya menjual palu darurat ini lengkap dengan pisau pemotong sabuk pengaman, karena dalam beberapa kasus kecelakaan, banyak safety belt yang macet dan tidak bisa dilepas. Sebagai tambahan, apabila kendaraan Anda mengalami kecelakaan dan Anda terperangkap di dalamnya, Anda dapat menggunakan bantalan penyangga kepala untuk membuka kaca. Caranya adalah dengan memasukkan besi penyangga tersebut ke sela-sela kaca, lalu mendongkraknya, dan praang! kaca tersebut akan pecah dan Anda dapat keluar dari kendaraan tersebut.