Adakah Yang Berbeda Antara Pramugari dan Awak Kabin?

The Points Guy

Pernahkah Anda bingung perbedaan pramugari (stewardess) dan awak kabin (flight attendant)? Keduanya berada di dalam satu pesawat yang sama untuk membantu memenuhi kebutuhan dan menjaga kemaanan penumpang pesawat terbang. Dilansir KabarPenumpang.com dari work.chron.com, istilah pramugari saat ini sudah digantikan dengan awak kabin di semua maskpai penerbangan.

Baca juga: Identifikasi Kebutuhan Penumpang, Awak Kabin Air New Zealand Adopsi Augmented Reality

Hal ini, mungkin terdengar aneh, sebab masih banyak penumpang yang menyebut pramugari ketimbang awak kabin. Sebab, sebutan pramugari selalu dikaitkan dengan kesan negatif dimana terlihat seperti seorang model yang mengangkasa bersama pesawat. Sehingga pada tahun 1960-an dan 1970-an, dihapuslah perbedaan gender untuk pekerjaan pada penerbangan di kabin. Hal tersebut membuat banyak pria memasuki lapangan pekerjaan pada maskapai dan menjadikan istilah awak kabin kini lebih tepat dan disukai.

Sebagai ilustrasi, pada tahun 1950-an seorang pramugari diwajibkan terdaftar untuk menjadi seorang perawat atau telah berkuliah di sebuah perguruan tinggi selama dua tahun. Menjadi seorang pramugari hal paling utama adalah penampilan, kala itu definisi pramugari adalah perempuan berkulit putih dengan usia 21-26 tahun, dan memiliki tinggi minimal 160 cm dan berat tidak lebih dari 62 kg atau harus memiliki berat badan yang proporsional sesuai tinggi badan. Selain itu, pramugari diwajibkan seorang perempuan lajang yang belum menikah ataupun janda.

Baca juga: 6 Panduan Kru Maskapai Menangani Penumpang yang Berpuasa

Namun untuk saat ini, seorang awak kabin diperbolehkan bertugas pada usia minimal 18 tahun, meski untuk usia 21 tahun lebih di utamakan. Maskapai saat ini semakin memilih untuk menjadi seorang awak kabin. Salah satu contohnya seorang awak kabin baiknya memiliki gelar sarjana bidang perhotelan, pariwisata, komunikasi atau hubungan masyarakat. Sedangkan untuk posisi awak kabin internasional, diwajibkan fasih berbahasa asing, ini biasanya menjadi nilai lebih. Tak hanya itu, setiap awak kabin atau petugas penerbangan juga harus lulus dalam ujian fisik, dimana setiap awak kabin mampu mencapai bagasi diatas kepala, dan yang jelas bentuk tubuh proporsional.

Untuk menjadi seorang awak kabin, harus bisa memastikan keselamatan penumpang. Sebab banyak penumpang pesawat adalah seorang pengusaha dan awak kabin harus membuat penumpang merasa nyaman. Tetapi, sayangnya banyak penumpang dan masyarakat yang menganggap awak kabin hanyalah pelayan penerbangan, padahal perkerjaan ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebab setiap pramugari dan awak kabin selalu dilatih dengan prosedur keselamataan dan menjadikan hal tersebut tanggung jawab paling vital dari pekerjaan mereka.

Baca juga: Pentingnya Pelampung Untuk Keselamatan Penerbangan

Dalam setiap penerbangan, awak kabin harus menjelaskan keselamatan penerbangan, mengarahkan penumpang untuk menggunakan sabuk pengaman, memberikan bantuan pertama hingga mengarahkan prosedur evakuasi dalam keadaan darurat. Seperti bila ada ancaman terorisme dalam sebuah penerbangan, awak kabin harus mampu mencari cara untuk bertindak dalam situasi yang mengancam jiwa banyak orang.

Petugas penerbangan atau awak kabin berpartisipasi dalam briefing pre-flight tentang cuaca dan keselamatan, memeriksa peralatan keselamatan dan persediaan makanan dan minuman sebelum keberangkatan, mengumpulkan pembayaran untuk minuman beralkohol dan makanan jika ditawarkan, periksa kondisi kabin setelah mendarat dan laporkan ke maskapai medis manapun. Atau masalah lain yang tidak biasa yang terjadi selama penerbangan.