Akhir Minggu Ini! Setiap Pramugari di Banda Aceh Wajib Kenakan Jilbab

Ilustrasi Pramugari Berjilbab. Sumber: istimewa

Masih ingat dengan kejadian seorang wanita yang mengeluhkan tentang seragam pramugari AirAsia kepada Perdana Menteri Malaysia beberapa waktu yang lalu? Setelah sempat risih dengan seragam pramugari yang dinilai terlalu seronok, wanita bernama Dr. June Robertson ini lalu melayangkan protes kepada Senator Malaysia, Hanafi Mamat, selaku salah satu pemangku kuasa di destinasinya tersebut.

Baca Juga: Dianggap Seronok, Soal Kostum Pramugari AirAsia Diadukan Ke Pejabat Malaysia

Menanggapi surat yang dikirim oleh wanita asal Selandia Baru ini, pada bulan Oktober 2017 kemarin Hanafi mengatakan bahwa semua awak kabin dari maskapai lokal harus mengenakan seragam yang sesuai dengan syariah. Hanafi juga menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan impresi para pelancong terhadap Malaysia akan membuat reputasi Negeri Jiran turun karena hilir mudiknya pramugari yang mengenakan seragam minim di terminal internasional.

Nah, bicara soal syariah, salah satu provinsi di Indonesia juga sempat mengutarakan hal serupa terkait seragam pramugari yang menurut mereka tidak sesuai dengan nilai yang berlaku. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman themalaymailonline.com (31/1/2018), Pemerintah Kota Banda Aceh meminta kepada semua pramugari Muslim yang mendarat di sana agar mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat Islam. Jika tidak, mereka akan menerima ganjaran dari polisi agama.

“Saya berhadap pihak maskapai penerbangan dapat menghormati keunikan yang ada di Aceh, dimana kami sangat menjunjung tinggi Syariah,” ungkap Mawardi Ali, Bupati Aceh Besar. Memang, Provinsi paling timur Indonesia ini terkenal dengan nuansa keagamaannya yang sangat kental, dimana wanita-wanita Muslim di Serambi Mekkah ini dituntut menggunakan jilbab untuk menutup aurat mereka. Maka tidaklah heran jika hal tersebut diberlakukan sama kepada para pelancong, tidak terkecuali para awak kabin.

Mawardy mengaku akan melakukan sosialisasi terhadap sejumlah maskapai hingga akhir minggu ini. “Jika ada awak kabin yang tidak mematuhi peraturan ini, kami akan menegurnya. Namun jika dirinya kedapatan berkali-kali melanggar, kami akan mengerahkan polisi Syariat untuk menangkap dan menghukumnya,” tutur Mawardy.

Lalu, apa tanggapan dari Garuda Indonesia dan Citilink merupakan dua maskapai tuan rumah di Provinsi Banda Aceh? Melalui juru bicaranya, pihak Flag Carrier Indonesia ini menyampaikan bahwa maskapai akan menyediakan seragam khusus untuk penerbangan menuju Banda Aceh. “Garuda menghormati budaya lokal di Aceh,” ungkap juru bicara Garuda, Ikhsan Rosan.

Baca Juga: Iklan Menjurus Seksis, AirAsia Menuai Kecaman dari Netizen

Senada dengan pihak Garuda, Lion Air Group juga mengatakan bahwa maskapai tersebut menghormati setiap peraturan yang berlaku. “Kita sangat mendukung dan menghormati sekali apa yang menjadi kebijakan daerah di Aceh,” kata Pelaksana Tugas Manajer Humas Lion Air Group, Rama Aditya, dikutip dari sumber terpisah.

Menurut Rama, Batik Air yang merupakan anak perusahaan dari Lion Air Group sudah menerapkan peraturan tersebut, sedangkan Lion akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa menghormati aturan itu. “Beberapa penerbangan dari Aceh juga sebaliknya untuk maskapai Batik Air pramugarinya sudah mengenakan hijab sejak beberapa waktu lalu. Kita di Lion insya Allah minggu depan,” terang Rama.

Sementara itu juru bicara Citilink, Benny Butarbutar mengatakan bahwa pramugarinya telah mengenakan seragam yang sesuai dengan syariat Islam.