Akhirnya! KNKT Ungkap Penyebab Kebakaran Kapal Zahro Express

0
Foto: Tribunnews.com

Tentu masih hangat dalam ingatan peristiwa terbakarnya kapal MV Zahro Express di Kepulauan Seribu pada Minggu (1/1/2017). Peristiwa yang terjadi sesaat setelah malam pergantian tahun baru tersebut sangat memilukan, 23 penumpang tewas dengan luka bakar mencapai 100 persen. Zahro Express terbakar saat membawa ratusan penumpang dari Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Kapal tersebut terbakar di tengah laut.

Baca juga: Soal Keselamatan Penumpang, Moda Laut Seperti Dianaktirikan

Penyebab tewasnya puluhan penumpang sudah diketahui dari kobaran api, namun yang jadi pertanyaan, dari mana asal sumber api tersebut? Dan selang tujuh bulan kemudian, tepatnya hari ini (14/7/2017), KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) menggelar acara Media Release KM. Zahro Express dan FGD – “Mengungkap Penyebab Kecelakaan KM. Zahro Express” di Terminal Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara.

Dari paparan penyidik KNKT, ditemukan penyebab kebakaran berawal dari generator yang selanjutnya menyambar konstruksi kayu. Berdasarkan penelitian dan pengujian terhadap generator yang mengalami masalah, didapatkan adanya tanda tanda goresan yang menunjukkan adanya gesekan antara stator dan rotor yang menimbulkan adanya lompatan bunga api (electric spark).

Zahro Express.

“Tanda-tanda gesekan dari keduanya, ditemukan tanda goresan pada stator maupun rotor dan tanda tanda electric spark pada permukaan keduanya. Gesekan antara stator dan rotor diakibatkan adanya kerusakan bearing penopang rotor, dimana jarak diantara keduanya sangat kecil, sehingga dengan adanya kerusakan pada bearing titik putar poros jadi bergeser,” ujar Soerjanto Tjahjono, Ketua KNKT kepada KabarPenumpang.com

Baca juga: Kapal Pelni KM Express Bahari Resmi Layani Rute Ke Kepulauan Seribu

Kebakaran dipercepat dengan adanya kandungan bahan bakar solar yang menempel pada konstruksi serta terbakarnya material FRP sebagai pelapis geladak. Hasil simulasi evakuasi menunjukkan bahwa minimnya akses pada saat proses evakuasi yang kurang lancar berkontribusi terhadap timbulnya korban meninggal. Ditambah lagi dengan kurang efektifnya penanganan kebakaran serta tidak adanya prosedur darurat di kapal berkontribusi terhadap kebakaran yang lebih besar serta adanya korban jiwa.

Proses evakuasi yang tidak baik menyebabkan sebagian penumpang terjebak dalam waktu yang cukup lama sehingga mengalami masalah pernapasan. Tidak standarnya pintu darurat yang ada serta minimnya jumlah akses darurat menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di satu titik.

Leave a Reply