Akibat Insiden Pintu Kereta, Jadwal MRT di Singapura Alami Penundaan

0
Libursantai.com

Land Transport Authority (LTA), otoritas jasa angkutan darat, dibawah Kementerian Transportasi Singapura telah meminta penyedia layanan Singapore Mass Rapid Transit (SMRT) untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap seluruh moda di layanan tersebut. Permintaan ini dilayangkan setelah ditemukannya sebuah pintu yang longgar dan menyebabkan beberapa kali penundaan keberangkatan di sepanjang jalur MRT dari jalur Utara-Selatan dan Timur-Barat pada hari Selasa (25/7/2017) pagi.

Baca Juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan

Dalam sebuah pernyataan, otoritas tersebut mengatakan bahwa insiden yang sempat menganggu pengoperasian SMRT secara keseluruhan tersebut diketahui manakala kereta melintasi sebuah terowongan di dekat stasiun Tiong Bahru di sepanjang Excess Weight Loss (EWL). Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com, otoritas setempat terpaksa mematikan tenaga pembangkit agar para teknisi bisa melepaskan pintu dengan aman.

Akibatnya, layanan kereta api antara stasiun Queenstown dan Bugis terpaksa berhenti selama 30 menit. Setelah pintu tersebut berhasil dilepas pada siang harinya, layanan kereta api pun bisa kembali beroperasi secara normal. Pihak LTA sendiri menambahkan perlu diadakan pengecekan menyeluruh sebelum moda beroperasi. “Sebagai tindakan pencegahan, kami telah meminta SMRT untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Kami tengah menyelidiki penyebab pintu yang longgar agar tidak terulang kembali,” ujarnya.

Pihak LTA menegaskan bahwa insiden ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengujian sistem persinyalan baru yang sedang berlangsung di jalur Utara – Selatan. Penundaan keberangkatan ini terjadi pada pukul 06.30 waktu setempat, dimana warga berbondong-bondong menuju stasiun MRT untuk memulai aktifitasnya. Bahkan, beberapa penumpang mengklaim bahwa mereka terjebak di stasiun Lakeside.

Baca Juga: Bus 3 Pintu, Calon Primadona Masyarakat Singapura

Dalam cuitannya, pihak SMRT mengatakan bahwa kereta beroperasi pada interval yang lebih lama karena sebuah kesalahan tenaga intermiten. Tidak hanya di jalur tersebut, Jalur Barat – Timur juga mengalami masalah yang mengharuskan para penumpang yang hendak bepergian dari stasiun Joo Koon menuju stasiun Commonwealth mengalami penundaan keberangkatan. Lalu pada sang harinya, tepatnya pukul 11.15 waktu setempat, tertulis di Facebook bahwa “panel lepas di dekat stasiun MRT Tiong Bahru, yang menyebabkan jalur Utara – Selatan dan Timur – Barat mengalami kelumpuhan sementara.

Tidak lama berselang dari postingan di jejaring sosial Facebook tersebut, salah satu halte bus yang berada di dekat stasiun MRT Queenstown diserbu oleh kerumunan warga yang nasibnya terombang-ambing akibat penundaan keberangkatan tersebut. Kejadian ini sempat menjadi viral di Singapura beberapa waktu yang lalu karena imbasnya yang sangat besar.

Leave a Reply