Angkasa Pura II dan Telkomsel Hadirkan Airport ePayment

0
Tcahs kerjasama dengan PT Angkasa Pura II

Airport epayment sistem merupakan layanan pembayaran non tunai di lebih dari 800 tenant yang berada di bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero). Ini adalah bisnis baru yang dirambah AP II melalui penerapan konsep smart airport di bandara-bandara yang dikelola AP II khususnya Bandara internasional Soekarno-Hatta.

Baca juga: ‘Self Check In Kiosk’ Kini Hadir di Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta

Layanan Airport ePayment sistem ini bekerjasama dengan pihak ketiga salah satunya adalah dengan Telkomsel melalui TCash dan kedepannya dengan GoPay dan menyusul merek lainnya. Konsep smart airport lain yang diusung AP II juga akan memudahkan atau memberikan lebih banyak pilihan transportasi darat bagi penumpang pesawat misalnya di bandara Soetta yang sudah tersedia booth bagi penumpang yang memesan transportasi online GrabNow.

“Konsep smart airport melalui digitalisasi di bandara AP II daat ini tidak lagi hanya pada improving customer experience dan increasing operating efficiency, namun lebih dari itu kini sudah mulai masuk ke new revenue stream AP II ini memang baru tumbuh yang kami targetkan pendapatan kami mendapai Rp35 miliar pada 2018. Namun akan memiliki prospek sangat baik kedepannya dalam mendukung pendapatan perusahaan,” ujar Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (8/11/2017).

Dia mengatakan AP II optimis bisnis digital ini akan berkembang pesat setelah melakukan berbagai pertimbangan dari berbagai sisi yakni melihat pertumbuhan pasar, kemampuan perusahaan serta keunggulan industri itu sendiri. Awaluddin mengatakan, pihaknya juga telah melakukan analisis, dimana AP II memiliki peluang besar untuk meraih pendapatan dari bisnis baru yakni Airport epayment, Arport Big Data dan Airport ecommerce.

Penerapan smart airport melalui digitalisasi di bandara-bandara AP II dengan bandara Soetta menjadi pilot project karena infrastruktur yang sudah mendukung di samping bandara ini merupakan yang terbesar dan tersibuk di Indonesia.

Adapun jumlah fasilitas berbasis digital yang sukses diterpakan bandara Soetta kini juga sudah diimpelementasikan di Bandara Internasional Silangit meskipun memiliki kapasitas yang tidak terlalu besar, namun epayment untuk pembelanjaan di tenant komersial, bus ticketing vending machine, tourism information kiosk, smart baggage, self check in kiosk, airport bus schedule display dan lainnya.

Baca juga: Dengan Infrastruktur Baru, Bandara Silangit Kini Siap Terima Penumpang Internasional

Dalam waktu dekat AP II juga resmi memasuki binis Big Data melalui kerjasama dengan mitra usaha. Bisnis ini akan memanfaatkan besarnya potensi data pergerakan penumpang sekitar 100 juta pada tahun 2017 yang dimilik AP II mejadi lebih bernilai sehingga menciptakan lini bisnis atau pendapatan baru.

“Di era sekarang data merupakan aset baru dimana penguasaan terhadap data dan kemampuan mengekstraksi data menjadi informasi berniali memiliki manfaat cukup besar. AP II mempunyai data terkait dengan penerbangan yang begitu cepat berubah atau terbarui serta sangat beragam. Diperlukan pengelolaan data dan sistem analisis yang kompleks agar data mentah tersebut dapat menjadi bernilai. Secara umum data tersebut dapat meningkatkan nilai industri pariwisata, komersial dan lain sebagainya,” jelas Awaluddin.

Leave a Reply