Implementasi hari pertama peraturan wajib sabuk pengaman di bus umum Hong Kong pada Minggu (25/01/2026) memicu fenomena unik di lapangan. Laporan dari berbagai rute sibuk menunjukkan terjadinya penumpukan penumpang di dek bawah bus, sementara banyak kursi di dek atas dibiarkan kosong meskipun telah dilengkapi sabuk pengaman.
Banyak komuter, terutama mereka yang menempuh perjalanan jarak pendek, menyatakan keengganan untuk duduk di dek atas. Alasan utamanya adalah kekhawatiran teknis: mereka takut tidak memiliki cukup waktu untuk melepas sabuk pengaman dan turun dari dek atas saat bus sampai di halte tujuan.
“Untuk perjalanan singkat yang hanya melewati tiga atau empat halte, memakai sabuk di dek atas terasa merepotkan. Saya khawatir bus sudah berangkat lagi sebelum saya sempat berdiri dan turun,” ujar salah satu penumpang di rute Tuen Mun. Akibatnya, area berdiri di dek bawah menjadi sangat padat karena penumpang lebih memilih berdiri daripada harus terikat sabuk di kursi dek atas.
Pemerintah Hong Kong memberlakukan aturan ini sebagai langkah drastis untuk meningkatkan keselamatan jalan raya. Berikut adalah poin-poin utama regulasi tersebut:
Kewajiban Penumpang
Semua penumpang wajib mengenakan sabuk pengaman jika kursi yang mereka duduki memilikinya.
Sanksi Denda
Pelanggar terancam denda maksimal HK$5.000 (sekitar Rp10 juta) dan hukuman penjara hingga tiga bulan.
Tanggung Jawab Pribadi
Penumpang bertanggung jawab penuh atas dirinya sendiri. Sopir bus hanya diwajibkan memberikan pengingat melalui pengumuman otomatis atau stiker di dalam bus.
Selain masalah kepadatan, beberapa pengamat transportasi menyoroti kesulitan yang dihadapi penumpang lansia. Proses mengunci dan melepas sabuk pengaman dinilai dapat memperlambat mobilitas mereka, yang pada gilirannya bisa memperpanjang waktu berhenti bus di halte. Di sisi lain, banyak wisatawan yang mengaku belum mengetahui adanya aturan baru ini, sehingga petugas lapangan masih fokus pada edukasi daripada penindakan langsung di hari-hari pertama.
Operator bus utama seperti KMB (Kowloon Motor Bus) dan Citybus telah memperkuat sistem pengumuman di dalam armada mereka. Saat ini, sekitar 60% dari total armada bus di Hong Kong (sekitar 3.500 unit) telah dilengkapi dengan sabuk pengaman, baik pada bus baru maupun hasil modifikasi (retrofitting) pada dek atas bus lama.
Meskipun bertujuan baik untuk keselamatan, kepadatan di dek bawah ini menjadi tantangan baru bagi otoritas transportasi untuk memastikan efisiensi jadwal bus tetap terjaga di tengah kepatuhan masyarakat terhadap aturan baru.
