AutoHaul, Kereta Diesel Otonom di Australia Barat

Sumber: digitalinsightresearch.in

Kini tidak hanya mobil yang bisa bergerak tanpa pengemudi alias otonom, melainkan moda darat yang lebih bersar dan berat, seperti kereta api juga ikut menghangatkan perbincangan mengenai moda masa depan nirawak. Di Australia, sebuah perusahaan pertambangan, Rio Tinto, diketahui baru saja menyelesaikan sebuah percobaan menjalankan kereta otonom, dimana tidak ada satupun orang yang mengemudikan moda berjuluk ular besi tersebut.

Baca Juga: Cina Luncurkan ART, Kereta Otonom Tanpa Rel Untuk Kota Kecil

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman digitaltrends.com (4/10/2017), Rio Tinto mengklaim bahwa kecelakaan kereta yang terjadi selama ini diakibatkan oleh faktor manusia (human error). Berangkat dari situ, Rio Tinto berusaha untuk merubah semua itu menuju dunia transportasi yang lebih baik dan aman.

Perjalanan kereta diesel otonom bernama AutoHaul tersebut bertempat di daerah pertambangan wilayah Pilbara, Australia Barat. Diketahui, jarak tempuh dari kereta tersebut mencapai 60 mil atau setara dengan 96,56 km. Pada perjalanan pertamanya, selain disaksikan oleh para pejabat perusahaan, turut hadir pula perwakilan dari Office of the National Rail Safety Regulator yang seakan menjadi saksi suksesnya perjalanan tersebut.

“Peluncuran ini berjalan dengan sukses dan menempatkan kami di jalur yang tepat untuk memenuhi salah satu tujuan kami, yaitu mengoperasikan jaringan kereta jarak jauh yang benar-benar otonom,” ungkap Chief Executive , Chris Salisbury. “Terobosan ini akan membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan produktivitas dalam bisnis ini secara signifikan,” imbuhnya.

“Keuntungan dari AutoHaul sudah direalisasikan termasuk variabilitas yang berkurang dan peningkatan kecepatan di keseluruhan jaringan, yang secara otomatis akan mengurangi waktu perjalanan,” tambah Chris. Diketahui, Rio Tinto bangga menjadi perusahaan yang memimpin perkembangan inovasi dan teknologi kereta otonom dalam ruang lingkup industri pertambangan global. “Ini akan memberikan keuntungan bagi kami saat mengelola suatu tambang di masa depan,” tukas Chris.

Baca Juga: The Dolphin Blue dan Golden Phoenix, Kereta Peluru Terbaru Tembus 400Km Per Jam

Diketahui, Rio Tinto pertama kali memulai perjalanan kereta otonomnya pada kuartal pertama tahun ini, walaupun hingga kini, selalu ada pengemudi yang mendampingi kereta otonom ini jika sang lokomotif membutuhkan bantuan tangan manusia. Namun jangan salah, kereta milik Rio Tinto ini berbeda dengan kereta kebanyakan yang mengangkut orang, AutoHaul akan ditugaskan untuk tetap membawa hasil tambang dan mengantarnya ke lokasi yang sudah ditentukan.