Bakal Isi Area Belanja di Stasiun MRT Jakarta, Inilah 15 Peritel yang Telah Terpilih

0
Ilustrasi: stasiun bawah tanah Tokyo

Guna meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban subsidi, lumrah bila operator kereta menawarkan kemitraaan dengan peritel untuk mengisi (menyewa) area belanja di stasiun. Tidak hanya dilakukan oleh PT KAI, PT MRT Jakarta yang akan meresmikan layanannya pada Maret 2019 telah mempersiapkan kehadiran peritel di 13 stasiun sepanjang Lebak Bulus hingga Bunderan Hotel Indonesia.

Baca juga: Senilai Rp9,4 Triliun, Indonesia dan Jepang Lakukan MoU Peminjaman Dana Proyek MRT Fase II

Setelah dilakukan tahap pendaftaran dan berlanjut ke beauty contest, pada September 2018 lalu PT MRT Jakarta telah menetapkan nama-nama peritel yang terpilih untuk menjajakan produknya di area belanja stasiun. Dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger hari ini (30/10) di kantor pusat PT MRT Jakarta, William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta, menjelaskan bahwa ada tiga segmen ritel di stasiun MRT Jakarta, yaitu food and beverages, convenience store dan fashion and accsessories.

Nah, tentu sebagian dari Anda penasaran, merek-merek apa saja yang bakal hadir di stasiun MRT nantinya. Berikut paparan yang disampaikan pihak PT MRT Jakarta kepada media:

1. Food and Beverages
– Kafe Betawi
– Bakmie GM
– Starbuck
– AW
– Koi Café
– Aunty Ants
– Shihlin Taiwan Street Snack

2. Convenience Store

– Indomaret
– Lawson
– Alfamart
– Family Mart
– Mor store

3. Fashion and Accessories

– Century
– Daiso
– Kaizen

Baca juga: Tiga Gedung ini Akan Terkoneksi Langsung Dengan Stasiun MRT Jakarta

Di bulan Oktober ini, tahapan dilanjutkan dengan pemilihan POT, dimana PT MRT Jakarta akan menawarkan spot-spot unggulan kepada peritel. Selanjutnya pada November 2018 akan dilajutkan dengan penandatanganan kerjasama, dan di Desember 2018 dilakukan approval design and fit out. “Kami mengedepankan inovasi yang ditawarkan oleh peritel, karena berada di lingkungan khusus, peritel tidak boleh memasak dengan api, dan tidak boleh ada buangan air dari proses penjualan tersebut,” ujar William Sabandar.

LEAVE A REPLY